FMT Sambangi DPRD, Bahas Vaksin Bansos dan Isu Pembubaran MUI

 43,340 total views

FMT Sambangi DPRD, Bahas Vaksin Bansos dan Isu Pembubaran MUI | Ist

Kota, Wartatasik.com – Massa Forum Mujahid Tasikmalaya (FMT) mendatangi Gedung DPRD Kota Tasikmalaya, Rabu (24/11/2021).

Ada tiga persoalan yang menjadi tuntutan yang di bahas bersama DPRD dan pihak terkait dari tiga puluh ormas gabungan tersebut.

Ketua FMT, Ir. Nanang Nurjamil., MM, mengatakan, ada dua isu yang menjadi pokok pembahasan, yang pertama bersekala lokal dan yang kedua bersekala Nasional.

“Untuk isu lokal tasik terkait masalah vaksin dan bansos, sedangkan untuk isu nasionalnya terkait isu tagar pembubaran MUI,” ujarnya kepada awak media.

FMT menanyakan kepada pihak dinas, berkaitan dengan 58 ribu data lansia yang dilakukan vaksinasi. Sebab, menurut Nanang, ada beberapa kekeliruan yang terjadi di lapangan terkait vaksinasi yang diberikan pemerintah kepada masyarakat.

“Hari ini kita menunggu jawaban, apakah dinas mempunyai data 58 ribu lansia tentang riwayat penyakit bawaannya, kalau data itu tidak punya pertanggungjawaban sebagai dampak dari vaksin seperti apa,” ujar pria yang akrab disapa Kang Jamil ini.

Selanjutnya, vaksin ini uji klinisnya belum selesai, tapi oleh pemerintah sudah disebar sedemikian untuk mencapai target. Dan terakhir, ada sisi penerapan vaksin yang tidak manusiawi.

“Orang yang belum di vaksin tidak bisa mendapatkan bansos dan pelayanan,” sambungnya menjelaskan.

Selain itu, kata Kang Jamil, setiap warga negara memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan yang di jamin oleh undang-undang.

“Itu bukan kewajiban, mana yang lebih tinggi Perpres atau undang-undang, artinya kan hukumnya sudah seperti itu. Padahal kesehatan itu hak prerogatif individu masing-masing warga,” tegasnya.

Kang Jamil menyebut, belakangan ini sedang ramai di berbagai media sosial dengan tagar pembubaran Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Saya yang mewakili forum mujahid dan tiga puluh ormas yang hadir hari ini sepakat dengan umat muslim kota dan kabupaten Tasikmalaya untuk menolak. Jangan sampai MUI sebagai lembaga fatwa satu-satunya dibubarkan,” ucapnya.

“Kami sudah berkomitmen, kalau sampai dibubarkan, kita akan melakukan perlawanan, perlawanannya seperti apa kita lihat perkembangannya nanti,” tambahnya.

Diketahui, ketika agama dan ulama terusik maka seluruh masyarakat tasik dengan sigap siap berjihad. Seperti yang pernah terjadi di era tahun 90an, histori sejarah kelam, kota santri ini pernah membara pada 26 Desember 1996 yang lalu. Asron.

Related posts