Fokus Covid 19, Kegiatan Gema Madani di Kel Bantarsari Terkait Kawasan Lingkungan Sehat

 5,340 total views

Kegiatan Gema Madani Simpati di Kelurahan Bantarsari Kec Bungursari Kota Tasikmalaya | Suslia

Kota, Wartatasik.com – Berbeda dengan tahun lalu, serentak kegiatan Gema Madani Simpati tahun 2020 ini konsentrasi terhadap pandemi Covid 19 yaitu pembinaan dan pengembangan kawasan lingkungan sehat yang kini digelar di Kelurahan Bantarsari Kec Bungursari Kota Tasikmalaya.

Ditemui usai acara, Kasi PMSI Bagian Kesra Pemkot Tasikmalaya H Andis Salahuddin mengatakan, Gema Madani ini merupakan stimulus perangsang kepada masyarakat yang disiapkan pemerintah.

“Kali ini dialihkan kepada penanganan Covid 19 yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya yang diharapkan berdampak pada semakin meningkatnya peran serta semua pihak agar tujuan pemerintah tercapai,” ungkapnya.

Tahun kemarin kata Andis, terdapat tiga kegiatan yaitu IPASLING, IPASBUD dan IPAKEM, namun tahun ini karena ada recofusing anggaran, makan semua dana terpotong dan hanya dapat uang Rp 25 juta untuk kegiatan kawasan lingkungan. Adapun terkait Infrastruktur dimasukan ke dana kelurahan.

“Kenapa fokus kawasan lingkungan, karena hari ini Covid 19 dan DBD semakin meningkat, harus disadari bersama dengan memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Intinya untuk mencegah rantai Covid 19,” jelas Andis.

Senada, Asosiasi Kota (Askot) wilayah II yang membawahi Kecamatan Indihiang Bungursari dan Kawalu Rasyidin Hadijuanda menyebut, kegiatan program Gema Madani Simpati 2020 itu disesuaikan dengan upaya Pemkot Tasikmalaya menanggulangi Covid 19.

“Kita tahu sejak bulan Maret lalu sampai hari ini masih dengan persoalan penanganan Covid 19, untuk itu program ini mendukung upaya Pemkot dan tahun ini kami melaksanakan kegiatan sama, di 69 kelurahan, yaitu pembinaan dan pengembangan kawasan lingkungan sehat,” paparnya.

Didalamnya terang Rasyid, materinya itu menata lingkungan dengan membudidayakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam mengahadapi adaptasi kebiasaan baru (AKB). Selain itu, kegiatan ini bekerjasama dengan gugus tugas covid dalam hal ini Dinkes Kota Tasikmalaya.

“Karena persoalan kesehatan, PHBS dan tangunglangan Covid atau DBD itu jadi kewenangan Dinkes Kota Tasikmalaya,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua LPM Kelurahan Bantarsari Deden Rayani berharap, para peserta yang hadir dalam mensosialisasikan kembali materi yang disampaikan narasumber kepada masyarakat.

“Tak lupa dengan situasi Covid 19 ini, para peserta diwajibkan mematuhi protokol kesehatan, jaga jarak, bermasker, disediakan tempat cuci tangan, bahkan dicek suhu tubuh. Semoga warga Bantarsari lebih disiplin lagi terkait kesehatan,” pungkasnya. Suslia.

Related posts