Gelar Sosialisasi tentang HIV, KPA Kota Tasik akan Bentuk Pokja

 148,510 total views

Gelar Sosialisasi tentang HIV, KPA Kota Tasik akan Bentuk Pokja | Suslia

Kota, Waratatasik.comHuman Immunodefeciency Virus (HIV) yang berarti penyakit dengan kumpulan gejala, bukan gejala tertentu. Jadi AIDS berarti kumpulan gejala akibat kekurangan atau kelemahan sistem kekebalan tubuh yang dibentuk setelah lahir.

Hal itu dikatakan Pengelola Program Komite Penanggulangan Aids (KPA) Wawan Wardiana Sp saat acara Sosialisasi layanan kesehatan tentang HIV Aids di salah satu rumah makan di Kota Tasikmalaya, Kamis (14/10/2021).

Wawan menerangkan, selama ini Dinas Kesehatan bersama puskesmas sudah banyak melakukan pengupayaan pencegahan virus HIV.

“Untuk memaksimalkan kinerja KPA nanti ada beberapa pokja yaitu bidang mutigasi, layanan kesehatan, KIE. Dan sekarang ini kami melaksanakn kegiatan pokja layanan kesehatan,” terang Wawan.

Dirinya berharap, di pertemuan ini bisa memberikan solusi dan bekerja sama untuk mengungkap kasus HIV, khususnya di kota Tasikmalaya.

Wawan menambahkan, untuk grafik penderita HIV Aids sendiri dalam satu bulan itu ada sekitar 8 atau 7 kasus. Maka, dalam satu tahun itu bisa mencapai 100 orang lebih, terhitung dari Januari – Juli ada sekitar 51 kasus baru.

“Kebanyakan yang terjaring dari kasus HIV Aids itu adalah kelpompok homoseksual, akan tetapi tidak hanya kaum itu juga ibu rumahtangga pun bisa terjangkit HIV AIDS,” ucapnya.

Ditempat sama Narasumber Isep Suhendar membeberkan kaitan kegiatan HIV AIDS ini, bahwa dari tahun 2020/2021 belum keliatan meningkat atau turunnya.

“Melihat dari kasus terakhir, belum melampui kasus sebelumnya, masih dikisaran 62 kasus, padahal sebelumnya kasusnya ada 97 kasus HIV Aids cenderung lebih menurun,” jelas Isep.

Ia menyebut, untuk keterlibatan stakeholder sendiri, memang perlu ditingkatkan karena kembali lagi ke komitmen pimpinanannya, walaupun ada PERDA no 2 tahun 2008.

“Ini memang menjadi tugas kita untuk mengadvokasi mereka, bahwa peran mereka itupun ada untuk penanggulangan HIV itu dengan tupoksinya masing masing,” pungkasnya.

Adapun tamu yang hadir adalah dari RSUD, RS Swasta, 22 puskesmas kota Tasikmalaya, organisasi propesi PMI kota Tasikmalaya, LSM dan layanan kesehatan lainnnya. Suslia.

Related posts