
Kota, Wartatasik.com – Sebagai salah satu dari tujuh program prioritas di bawah kepemimpinan Viman Alfarizi Ramadhan, Program Tasik Resik ini difokuskan pada penataan lingkungan dan pengelolaan sampah terpadu guna mewujudkan kota yang asri dan nyaman.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tasikmalaya sebagai pelaksana teknis terus memacu langkah strategis untuk memastikan program ini berjalan optimal.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kota Tasikmalaya, Feri Arif Maulana, ST, MP, menjelaskan bahwa esensi dari Tasik Resik adalah mengubah pola pikir pengelolaan sampah dari cara lama menjadi tata kelola yang sistematis dari hulu hingga hilir.
“Intinya bagaimana pengelolaan sampah ini bisa optimal, mulai dari sumbernya sampai ke pengolahan akhir, sehingga beban ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) bisa berkurang,” ujar Fery saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (24/04/2026).
Salah satu terobosan dalam program Tasik Resik adalah mendorong masyarakat memilah sampah organik dan anorganik secara mandiri. Langkah ini diharapkan mampu menghidupkan ekonomi sirkular, di mana sampah yang dipilah bisa memiliki nilai ekonomi bagi warga.
Untuk mendukung hal tersebut, DLH gencar mengembangkan jaringan bank sampah di seluruh wilayah. “Saat ini tercatat sekitar 70 bank sampah aktif. Target ke depan adalah satu RW satu bank sampah,” tegas Fery.
Selain itu, pembatasan penggunaan plastik sekali pakai terus digalakkan agar sampah yang berakhir di TPA Ciangir benar-benar hanya berupa residu yang tidak bisa diolah lagi.
Tak hanya di level rumah tangga, DLH juga memperkuat infrastruktur di tingkat wilayah melalui TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Fasilitas ini menjadi solusi konkret agar sampah selesai di tingkat kecamatan atau kelurahan.
Sejumlah wilayah yang sudah menerapkan sistem ini antara lain, Kecamatan Cipedes, Kecamatan Cibeureum, Kecamatan Purbaratu, Kawasan Lewidahu
“Melalui TPS 3R, kita ingin persoalan sampah bisa diselesaikan di hulu, sehingga volume yang diangkut ke TPA tidak terus membengkak,” tambahnya.
Menghadapi volume sampah Kota Tasikmalaya yang mencapai 320 ton per hari, DLH menekankan pentingnya kolaborasi Pentahelix. Kerja sama antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media menjadi kunci keberhasilan.
Hingga saat ini, program Tasik Resik telah berhasil mencatatkan pengurangan sampah sekitar 12,6 persen. Angka ini diharapkan terus meningkat seiring dengan kesadaran masyarakat yang makin tinggi.
Program ini juga selaras dengan visi nasional Indonesia Asri (Aman, Sehat, Resik, dan Indah).
“Harapannya, Tasikmalaya bisa menjadi kota yang bersih dan sehat, sekaligus menjadi bagian dari terwujudnya Indonesia yang berkelanjutan,” pungkas Fery. Asron
#Wartatasik, #Tasikmalaya, #TasikResik, #VimanAlfarizi, #LingkunganHidup, #KotaTasikmalaya, #TasikHitz, #BeritaTasik, #SampahJadiBerkah, #BankSampah, #TPS3R, #IndonesiaAsri, #ZeroWaste, #KelolaSampah, #LingkunganAsri, #JabarJuara,
