Kemiskinan Turun Jadi 10,15%, Wabup Asep Minta Penanganan Fokus pada Data DTSEN

Kemiskinan Turun Jadi 10,15%, Wabup Asep Minta Penanganan Fokus pada Data DTSEN | dok Prokopim

Kabupaten, Wartatasik.com – Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, menghadiri Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2026 di Aula Wiradadaha Bappelitbangda, Kamis (24/9/2026).

Rapat tersebut berfokus pada evaluasi tren kemiskinan serta penyusunan strategi penanganan yang lebih terarah dan berbasis data.

Dalam paparannya, Wabup Asep mengapresiasi tren penurunan persentase penduduk miskin di Kabupaten Tasikmalaya yang konsisten membaik turun dari 11,50% pada tahun 2021 menjadi 10,15% pada tahun 2025.

Meski mencatatkan progres positif, ia mengingatkan agar jajarannya tidak cepat berpuas diri karena masih banyak warga yang membutuhkan bantuan dan intervensi tepat sasaran.

“Capaian penurunan ini tentu patut kita syukuri. Namun, angka tersebut juga menjadi pengingat bahwa masih ada masyarakat yang membutuhkan perhatian dan intervensi yang presisi. Oleh karena itu, data harus menjadi fondasi utama dalam menentukan sasaran program,” tegas Asep.

Berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) 2025, tercatat sebanyak 328.726 keluarga berada di kategori desil 1 hingga desil 4. Rinciannya mencakup: Desil 1, 80.484 keluarga, Desil 2, 70.286 keluarga, Desil 3, 86.787 keluarga dan Desil 4, 91.169 keluarga

Asep menekankan bahwa pemanfaatan data DTSEN sangat krusial agar program intervensi dari pemerintah daerah benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan. Selain ketepatan data, ia juga menyoroti pentingnya sinergi lintas sektor dan mengimbau perangkat daerah untuk mengikis ego sektoral.

“Persoalan kemiskinan itu kompleks dan saling berkaitan dengan berbagai aspek kehidupan, jadi tidak bisa diselesaikan oleh satu sektor saja. Saya berharap forum TKPKD ini menjadi wadah menyatukan perspektif. Jangan sampai perangkat daerah berjalan sendiri-sendiri dengan target masing-masing, padahal masalah yang dihadapi masyarakat sifatnya lintas sektor,” pungkasnya.

Rakor ini turut dihadiri secara langsung maupun daring oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tasikmalaya, para Asisten Daerah, Kepala SKPD, Kabag di lingkungan Setda, Kepala BPS, para Camat, serta tim perencana dari seluruh perangkat daerah se-Kabupaten Tasikmalaya. Asron

Berita Terkait