Lahirkan Pembalap Berbakat, Dimasa Pandemi KNRA Intens Gelar Latihan

 9,628 total views

Latihan KNRA Racing di bukit Peusar Tasikmalaya | Ndhie

Kab, Wartatasik.com – Dunia olahraga mati suri akibat pandemi virus corona. Baik itu di level nasional sampai internasional.

Namun, pada momen seperti sekarang, sangat penting untuk atlet tetap menjaga kondisi. Tujuannya jika kompetisi sudah kembali hidup, fisik dan kemampuan tetap terjaga.

Seperti yang digelar team Kuya Nyuruntul Racing Akademi (KNRA Racing) mengadakan latihan di Sirkuit Peusar Tasikmalaya, Selasa (29/09/2020).

Sekolah pembalap di Tasikmalaya, Jawa Barat, ini telah melahirkan pembalap-pembalap muda bertalenta dan berbakat yang sudah mengharumkan kancah nasional bahkan internasional.

Salah satunya ia mencetak nama almarhum Afridza Syach Munandar yang waktu itu meninggal di Sepang, Malaysia saat sedang balapan motor.

Selain almarhum Afridza, ada nama yg tidak asing di dengar di dunia sinetron yaitu Rayya Kitty yang tercatat pernah menimba ilmu di Kuya Nyuruntul Racing.

Bayu pelatih dan pendiri sekolah Kuya Nyuruntul mengatakan, saat ini sekolah bagi para pembalap yang didirikannya sudah berada di beberapa wilayah, seperti Bandung, dan Garut. Sementara pusatnya sendiri di Jalan Gobras, Kota Tasikmalaya.

“KNRA Racing resmi berdiri sejak tahun 2013. Sepanjang musimnya telah banyak mencetak bibit muda pembalap terbaik, seperti, Asep Kancil, Asep Bedun, Hendri Novian, Rayya Kitty dan almarhum Afridza,” ucap Bayu.

Pria juga notabenya dulunya seorang pembalap road race nasional dan telah mengoleksi berbagai penghargan nasional ini menjelaskan, selain almarhun Afridza, sekarang ada adiknya yaitu Axcel Marva.

“Dia lagi racing school di Kuya Nyuruntul Racing Academy,” ungkapnya.

Dijelaskan Bayu, latihan bagi para pembalap muda tersebut digelar setiap satu minggu tiga kali. Mulai dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 WIB.

“Kita membina masalah skill, pengembangan skil, sebelum kita memperkenalkan ke sirkuit permanen, kita memberikan dulu teori. Sekarang yang kita bina ada 5 raider, dari Tasikmalaya 2 orang, dari Bandung 2 orang, dari Medan 1 orang,” ujarnya.

Bayu mengaku optimis terhadap anak-anak didiknya yang tengah dibina. Ia melihat para raider muda tersebut sangat serius berlatih.

“Seperti almarhum Afridza, itu dari usia dini dari nol kita bina dan Insyaallah kita akan meraih kesuksesan. Anak didik saya mungkin akan lebih dari sosok alamarhum Afridza,” pungkasnya. Ndhie

Related posts