Merasa Ditipu, Anggota KKSB Menyerahkan Diri kepada Satgas Yonif Raider 323/BP Kostrad

 22,109 total views,  307 views today

Seorang anggota KKSB menyerahkan diri Kepada Satgas Yonif Raider 323/BP Kostrad | ist

Merasa Ditipu, Seorang anggota KKSB Menyerahkan Diri kepada Satgas Yonif Raider 323/BP Kostrad…

Nasional, Wartatasik.com – Merasa dirinya selama ini ditipu dengan janji KKSB yang akan diberikan kebutuhan sehari-hari dan uang, seorang anggota KKSB dari kelompok Rambo Lokbere Pimpinan Egianus Kogoya, Tenius Tebuni dikabarkan menyerahkan diri dan berikrar keluar dari keanggotaan KKSB di Kampung Mbua tengah Distrik Mbua, Sabtu 26 September 2020 lalu.

Sebagaimana disampaikan Kepala Penerangan (Kapen) Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa, bahwa, niat Tenius Tebuni untuk menyerahkan diri dan keluar dari KKSB disampaikannya kepada Toga (Tokoh Agama) dan masyarakat Kampung Mbua.

“Selanjutnya meminta untuk di fasilitasi dengan pihak Satgas Yonif R 323/BP,” terangnya, Kamis (01/10/2020).

Lebih lanjut disampaikannya, proses penyerahan diri itu disaksikan oleh perwakilan Satgas Yonif R 323/BP, Toga dan perwakilan masyarakat Kampung Mbua.

“Tenius Tebuni mengucapkan ikrar setia untuk kembali ke pangkuan NKRI dan menandatangani surat pernyataan keluar dari kelompok KKSB,” tutup Suriastawa.

Sementara, Tenius Tebuni mengatakan bahwa dirinya bergabung dengan KKSB karena dijanjikan kebutuhan hidupnya akan dipenuhi dan diberikan uangn. Namun Tenius merasa sadar bahwa, dirinya telah ditipu karena selama menjadi anggota Kelompok KKSB Kelompok Militan Rambo Lokbere.

“Saya sering kelaparan didalam hutan karena kekurangan logistik, ditambah KKSB tidak solid selalu terpecah-pecah dan bergerak masing-masing,” ujarnya

Selain itu, ia juga merasa bahwa yang dilakukan KKSB selama ini bertentangan dengan hati nuraninya dengan kerap kali memeras dan mengancam masyarakat, serta menyakiti bahkan membunuh masyarakat yang tidak mau membantu.

Berdasarkan keterangannya, Tenius pernah terlibat penghadangan dan kontak tembak di wilayah Habema sekitar tahun 2017 lalu, selanjutnya berkeinginan hidup normal kembali seperti masyarakat umum lainnya.  *Redaksi

Related posts