Minta Informasi, Pansus DPRD Bahas LKPJ Wali Kota Tasikmalaya

 25,896 total views,  8 views today

Panitia Khusus (Pansus) Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota di DPRD Kota Tasikmalaya | Suslia

Kota, Wartatasik.com – Panitia Khusus (Pansus) Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota, DPRD Kota Tasikmalaya bersama Dinas Sosial di ruangan paripurna, Rabu (03/06/2020).

Ketua pimpinan pansus H Enjang Bilawini mengatakan, pihaknya meminta informasi tentang berbagai permasalahan sosial di Kota Tasikmalaya yang dianggapnya tidak bisa cepat diselesaikan dalam 1 tahun anggaran.

H Enjang Bilawini menyebut, bahwa permasalahan sosial termasuk dalam pelayanan dasar yang luar biasa. Hal tersebut dikarenakan urusan sosial ini menyangkut harkat martabat serta hak hidup masyarakat.

“Berdasarkan data APBD Tahun 2019, Pemerintah Kota telah menganggarkan lebih dari Rp 4,8 milyar, dan sudah teralokasikan untuk urusan sosial. Sebesar¬†lebih dari Rp 4,2 milyar dari 11 program di bidangnya masing-masing,” kata H Enjang.

Lanjutnya, pansus juga meminta Dinas Sosial Kota Tasikmalaya untuk memberikan paparan dan informasi mengenai apa saja yang sudah terealisasikan, dilaksanakan, dan diraih di tahun 2019.

Karena terang Enjang, diketahui juga bahwa permasalahan sosial di Kota Tasikmalaya ini cukup kompleks dan tentunya tidak bisa diselesaikan dalam 1 tahun anggaran saja.

Selain itu, ia melihat berbagai program yang ada di Dinas Sosial juga merupakan program yang berkeadilan dan berkelanjutan dan tentunya permasalahan ini diharapkan bisa teratasi secepatnya.

“Pansus juga meminta data yang lebih terperinci lagi mengenai jumlah fakir miskin dan pemberdayaan fakir miskin kepada Dinas Sosial Kota Tasikmalaya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, H Nana Rosadi menjelaskan, kesimpulan dari rapat pembahasan kali ini adalah lebih ke pemecahan problem solving

Bukan lagi masalah LKPJ Walikota, Dinas Sosial Kota Tasikmalaya akan didorong untuk bagaimana menyelesaikan sisa kekurangan yang ada seperti permasalahan pembagian bantuan sosial agar bisa terbagi.

“Sekarang bukan lagi mencari ini kesalahan siapa, kemana dan lainnya, akan tetapi saat ini kita lebih fokus kepada bagaimana menganggarkan bantuan untuk masyarakat Kota Tasikmalaya,” pungkas H Nana. Suslia

Related posts