
Dua Bulan Masih Belum Beres, Pengurusan NIB di Tasikmalaya Dipersulit? Sejumlah Pengusaha Mengaku Operasional Usaha Terhambat..
​Tasikmalaya, Wartatasik.com – Sejumlah pelaku usaha di Kota Tasikmalaya mengeluhkan sulitnya proses penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) melalui sistem perizinan yang ada saat ini.
Keterlambatan ini diduga akibat proses verifikasi yang berbelit-belit, yang pada akhirnya memicu hambatan serius terhadap roda ekonomi para pengusaha lokal.
Seperti halnya diungkapkan, pemilik usaha PT. BUL, mengaku bahwa pengajuan yang pihaknya lakukan telah memakan waktu jauh lebih lama dari standar prosedur yang dijanjikan.
“Kondisi ini membuat kami berada dalam posisi sulit, terutama terkait legalitas formal yang menjadi syarat utama dalam berbagai urusan bisnis,” ungkapnya kesal, kepada Wartatasik.com, Senin (30/3/2026).
​Hambatan Operasional dan Akses Modal, Pengusaha di Tasikmalaya ini mengungkapkan bahwa keterlambatan NIB ini berdampak langsung pada operasional perusahaan.
Tanpa NIB yang aktif, terangnya, mereka tidak dapat mengurus izin turunan lainnya, seperti sertifikasi produk maupun kelengkapan administrasi untuk mengikuti pengadaan barang dan jasa.​
“Kami merasa seperti dipersulit karena prosesnya tidak kunjung selesai. Padahal, NIB adalah ‘nyawa’ administrasi kami. Jika ini terlambat, kami tidak bisa mengakses bantuan modal dari perbankan maupun memperluas jaringan pasar,” ujar salah satu pelaku usaha yang enggan disebutkan namanya itu.
Pihaknya merasa dipermainkan oleh OPD terkait, sebut saja BPN, “Pasalnya, ketika kami mengonfirmasikan hal ini ke DPUTR dan DPMPTSP, mengatakan bahwa tahapannya tinggal menunggu Pertek (pertimbangan teknis) dari BPN, hingga waktu hampir memakan 2 bulan lamanya, NIB PT. BUL ini tak kunjung terbit,” terangnya.
Dalam kesempatan ini, Ia merasa sistem yang seharusnya mempermudah (OSS) justru menjadi kendala di lapangan karena sinkronisasi data yang lambat. Ia berharap instansi terkait di lingkungan Pemerintah Kota Tasikmalaya dapat segera memberikan solusi nyata atau melakukan jemput bola untuk mengurai antrean verifikasi yang menumpuk.
​”Akan Berdampak Ekonomi Lokal, jika masalah ini tidak segera dibenahi, dikhawatirkan iklim investasi dan pertumbuhan ekonomi di Tasikmalaya akan terganggu,” katanya.
Pihaknya juga meminta jaminan kepastian waktu dalam setiap pengurusan perizinan demi menjaga stabilitas dunia usaha di Kota Santri ini. Asron
