Mandalamekar Darurat Hama Monyet, Kades Minta Pihak Terkait Tangani Serius

 23,414 total views

Dalam pelatihan kehutanan mengusung tema maraknya hama monyet yang mengganggu tanaman para petani | Ndhie

Kab, Wartatasik.com – kantor cabang dinas kehutanan wilayah VI provinsi jawabarat (PSDH) bersama 120 elemen masyarakat beserta stap Desa Mandalamekar Kecamatan Jatiwaras Kabupaten Tasikmalaya mengadakan pelatihan kehutanan dengan tema maraknya hama monyet yang mengganggu tanaman para petani.

Kepala Desa (Kades) Mandalamekar Alfie Akhmad mengatakan, hama monyet sudah pada tingkat menghawatirkan yang menganggu ketahanan pangan manusia. Ia minta kepada para pihak terkait untuk segera menangani dengan serius.

“Pisang dan kelapa yang menjadi bahan pangan unggulan Desa Mandalamekar produksinya sudah tidak seperti dulu lagi, bahkan terlihat banyak pohon kelapa yang di tebang akibat dianggap tidak produktif,” ungkap Alfie saat sambutan acara pelatihan kehutanan di Gor Mandalamekar, Selasa (18/02/2020).

Alfie menyebutkan, pemahaman yang benar akan segala sesuatu itu akan mengantarkan kepada tercapainya tujuan, contohnya kata ia, ketika definisi alam adalah gunung lalu pecinta alam adalah orang yang suka pergi ke gunung maka gerakannya pun akan tidak tepat.

“Padahal komponen terpenting alam adalah manusia, maka apabila orang yang mengaku pecinta alam itu seharusnya mendahulukan cintanya terhadap manusia,” ucapnya.

Ditempat sama, Kasie PSDH Asep Wawan menuturkan tetang dasar hukum dan kriteria hutan, dalam pemaparannya tentang penyebab satwa yang berada di dalam hutan, ia membeberkan mengapa hewan migrasi atau bisa turun ke kebun petani, termasuk monyet yang ada di hutan Mandalamekar.

“Akan tetapi untuk lebih lanjutnya, kita harus memastikan dulu apa penyebabnya sehingga penanganannya bisa akurat,” ujarnya.

Sementara itu, menurut Karsan (PSDH), jika melihat situasi dan geografis Mandalamekar ini, hutan yang ada disamping hutan desa tersebut perlu di lestarikan bukan dibiarkan begitu saja dan lestari itu berarti diurus karena kebanyakan hutan rakyat yang seharusnya produktif.

Selanjutnya, dari BPBD Kab Tasikmalaya Usman (hiregana) menyampaikan dengan tata cara teknis yang tepat dalam menghalau hama monyet diantaranya dengan menangkap.

“Lalu di berikan cat ke sekujur tubuhnya di samping dengan bunyi bunyian yang keras agar para pengikutnya ketakutan,” imbuh Usman.

Selain itu, pemateri terakhir Chevi beserta ustad Enjang memaparkan cara bertani ileus atau porang lengkap dengan prospek pasar juga harga terbaik dan harga terendah di pasaran yaitu dengan cara memanfaatkan hutannya dengan tumpang sari ileus atau porang.

“Harapan kedepan bahwa hama monyet di Mandalamekar sudah mengganggu ketahanan pangan, sehinga memerlukan penanganan yang serius dari para pihak terkait agar pendapatan para petani Mandalamekar bisa lebih meningkat,” pungkasnya. Ndhie.

Related posts