
Tasikmalaya, Wartatasik.com – Memang di era digitalisasi yang semakin canggih seperti saat ini, kebutuhan gadget atau smartphone tidak dapat terpisahkan. Demi pemenuhan kebutuhan informasi dari seluruh belahan dunia bahkan kejadian dari jam maupun detik ini juga dapat diakses dengan mudah dan cepat.
Terlebih bagi para pelajar, maupun mahasiswa, smartphone merupakan alat pintar yang sangat dibutuhkan dalam menggali informasi, materi untuk pembelajaran serta tugas dari kampus/sekolah.
Tentu saja, seiring dengan seringnya menggunakan alat pintar dengan radiasi cahaya yang dikeluarkannya itu terlebih dengan pencahayaan yang bisa saja mengganggu kesehatan pada mata, apalagi dengan intensitas melihat monitor HP maupun Laptop.
Demi menjaga kesehatan mata yang notabene sering melakukan kontak langsung dengan monitor smartphone maupun laptop, harus ada brand atau produk yang dapat turut serta melindungi mata dari segala gejala, diantaranya gejala mata kering, perih dan lelah.
Untung saja, ada produk INSTO, merek tetes mata dari Combiphar, produk INSTO Dry Eyes kini meluncurkan kampanye “Bebas Mata SePeLe” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang mata SEpet, PErih, LElah (SePeLe) yang merupakan gejala mata kering.
Sebagai solusi untuk mengatasi gejala mata kering, mata sepet, perih, dan lelah “Mata SePeLe”, INSTO dengan varian INSTO Dry Eyes yang diformulasikan khusus dengan Hydroxypropyl Methylcellulose (HPMC). Kandungan bahan aktif ini bahkan diajukan oleh International Council of Ophtalmology (ICO) ke Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai guideline terapi untuk mengatasi gejala mata kering, karena dapat bekerja sebagai pelumas yang menyerupai air mata dan meringankan iritasi akibat kurangnya produksi air mata. INSTO Dry Eyes tersedia dalam kemasan 7,5 ml untuk pengaplikasian yang praktis, sekaligus mudah dibawa.
INSTO Dry Eyes Menjadi Salah-satu Solusi untuk Mengatasi Gejala Mata Kering
Keberadaan Insto Dry Eyes tentu saja menjadi produk anti was was bagi pengguna gadget akhir-akhir ini. Pasalnya dari kebutuhan yang menjadi aktifitas tak terhindarkan dalam keseharian, khusus bagi para generasi Z atau akrab di telinga dengan sebutan Gen Z.
Khasiat dan kegunaan Insto Dry Eyes itu juga dirasakan seorang siswa SMA dari Tasikmalaya yang kebetulan aktif dari keorganisasian siswa, (OSIS), Sebut saja Asti Rahma NF (17). Ia mengaku, sebagai pengurus OSIS wajib dalam menjaga kesehatan mata.
“Terlebih kegiatan di OSIS sangatlah padat, ada kalanya kita lupa waktu dalam penggunaan HP maupun laptop yang membuat kondisi mata sepet, perih, lelah. Tidak hanya itu pula, kegiatan out door pun tak luput mengganggu kesehatan mata, karena debu, asap dan lainnya,” ucap Asti, Kamis (8/1/2025).
Sebagai pelajar dan pengurus OSIS, matanya sering merasakan mata kering, merah, lelah, “Saya sudah mencoba berbagai cara untuk mengatasinya, tapi tidak ada yang efektif. Sampai saya mencoba Insto Dry Eyes, setelah pemakaian 1-2 kali saja, mata saya sudah terlihat perbedaannya,” jelasnya.
“Sekarang, mata saya terasa lebih segar, nyaman, dan tidak khawatir lagi walaupun berjam-jam terkena paparan radiasi. Saya benar benar merekomendasikan Insto Dry Eyes untuk menjadi solusi permasalahan anak SMA seperti saya,” tandas Asti.
Untuk informasi tentang Insto Dry Eyes, di kutip dari beberapa sumber, bahwa prevalensi mata kering mencapai 41% untuk area Jabodetabek dan Bandung. banyak masyarakat yang mengalami mata kering tidak menyadarinya. Padahal, jika dibiarkan tanpa penanganan, mata kering berisiko mengganggu produktivitas dan bahkan sampai kualitas hidup.
Merespon situasi tersebut, INSTO, merek tetes mata dari Combiphar, melalui produk INSTO Dry Eyes meluncurkan kampanye “Bebas Mata SePeLe” untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang mata SEpet, PErih, LElah (SePeLe) yang merupakan gejala mata kering.
Kesimpulan berdasarkan survey kuantitatif yang sudah dilakukan:
- Tingkat penetrasi mereka yang mengalami mata kering cukup tinggi (41%), dan 20 persennya tidak sadar mengalami mata kering.
- Dari orang yang tidak sadar mengalami mata kering tersebut, sebagian dari mereka salah menggunakan jenis tetes mata (tetes mata untuk iritasi mata merah), dan sebagian lagi tidak take action untuk mengatasi mata kering tersebut, sehingga berpotensi memperburuk kondisi mata keringnya.
- Bahkan, sebagian orang yang sudah sadar masih salah menggunakan jenis tetes mata (tetes mata untuk iritasi mata merah), dan tidak take action.
“Sebagai pemimpin pasar kategori tetes mata yang telah dipercaya lebih dari 50 tahun di Indonesia, INSTO memiliki komitmen besar terhadap kesehatan mata masyarakat Indonesia. Rendahnya kesadaran masyarakat tentang mata kering mendorong kami meluncurkan kampanye ‘Bebas Mata SePeLe’ untuk meningkatkan kesadaran akan gejala mata kering dan pentingnya penanganan mata kering sejak dini,” ungkap Weitarsa Hendarto, Direktur PT Combiphar.
Ditambahkan Farah Feddia, GM Eye Care Combiphar, “Keseriusan INSTO dalam memahami literasi masyarakat terhadap mata kering kami wujudkan melalui berbagai riset dan survei yang dilakukan secara berkelanjutan. Salah satu temuan kami menunjukkan bahwa 4 dari 10 orang mengalami mata kering, namun separuhnya tidak menyadari kondisinya. Fakta ini menegaskan pentingnya upaya edukasi yang lebih luas,” tutur Farah.
Karena itu, lanjutnya, melalui kampanye ‘Bebas Mata SePeLe’, INSTO melalui INSTO Dry Eyes hadir untuk meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menghadirkan solusi yang sesuai kebutuhan, agar masyarakat Indonesia dapat menjaga kesehatan mata dan tetap produktif,” katanya.
Dijelaskan Farah, rendahnya tingkat kesadaran masyarakat akan kondisi mata kering dapat berpotensi membuat kondisi mata kering yang tidak tertangani menjadi lebih berat tingkatannya, “Hal ini kian mengkhawatirkan, karena masyarakat kerap abai ketika gejala mata kering seperti mata sepet, perih dan lelah muncul,” ungkapnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Dr. Eka Octaviani Budiningtyas, SpM, Dokter Spesialis Mata dari JEC Eye Hospitals and Clinics, menjelaskan “Pasien yang datang karena mata kering jumlahnya sangat banyak, sebagian besar pasien mata kering datang ketika kondisinya sudah cukup parah dan mereka tidak sadar bahwa mereka terkena mata kering, padahal gejala awal seperti mata terasa sepet, perih, dan lelah sudah muncul sejak lama,” terangnya.
Lanjutnya lagi, jika mereka sadar gejalanya dan ditangani sejak awal, kondisi ini bisa dicegah agar tidak berkembang menjadi lebih berat. Apabila seseorang mengalami gejala mata kering, maka dapat datang berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Hal ini dimaksudkan agar dapat dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap derajat, penyebab, dan tatalaksana mata kering apa yang sesuai.
“Mata kering itu jenis dan derajatnya berbeda-beda, oleh karena itu tatalaksananya juga taylormade, bisa berbeda-beda untuk setiap orang. Untuk tatalaksana mata kering sendiri beragam, bisa dari kompres hangat, lidygiene, latihan berkedip, dan juga pemberian artificial tears sebagai pengganti air mata serta vitamin penunjang seperti omega-3. Pada gejala yang sangat berat, bahkan bisa sampai dilakukan operasi,” jelasnya mengakhiri. Asron
