Unik! KOMPAC Cisompok Peringati Hari Santri: Gabungkan Doa Bersama, Nobar Persib dan Tradisi Ngaliwet

Unik! KOMPAC Cisompok Peringati Hari Santri: Gabungkan Doa Bersama, Nobar Persib dan Tradisi Ngaliwet | Ndhie

Kabupaten, Wartatasik.com – Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh setiap 22 Oktober senantiasa dirayakan dengan penuh sukacita oleh para santri di seluruh penjuru tanah air. Tak terkecuali bagi warga Kampung Cisompok, Desa Linggasirna, Kecamatan Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya.

Melalui Komunitas Pemuda Cisompok (KOMPAC), para pemuda setempat menggelar acara peringatan Hari Santri dengan konsep yang terbilang unik dan kekinian. Mereka memadukan tiga elemen kegiatan sekaligus: doa bersama, nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung, serta tradisi ngaliwet bareng.

Menariknya, acara ini menjadi ajang debut bagi jajaran kepengurusan baru KOMPAC sebagai bentuk regenerasi organisasi kepemudaan di wilayah tersebut.

Ketua KOMPAC terpilih, M. Aditya H., menjelaskan bahwa ada dua tujuan utama di balik penyelenggaraan acara ini. Selain memperingati Hari Santri Nasional, kegiatan ini dirancang sebagai sarana mempererat tali silaturahmi antar pemuda, kiai, sesepuh, serta warga Kampung Cisompok secara luas.

“Kami ingin mengkolaborasikan kegiatan keagamaan dengan rasa cinta kami sebagai Bobotoh. Acara kami buat berurutan, diawali dengan doa bersama sebagai inti acara, dilanjutkan nobar Persib, dan ditutup dengan tradisi ngaliwet yang identik dengan kebersamaan santri,” ujar Aditya.

Inisiatif kreatif para pemuda ini mendapat sambutan hangat dari Pembina KOMPAC, Dede Farid, S.Pd.I. Menurutnya, acara ini mencerminkan semangat kepemudaan yang positif serta bernilai perjuangan untuk mengingat kembali jasa-jasa santri dalam memperebutkan kemerdekaan Indonesia.

“Konsep nobar ini sangat bagus karena tidak menghilangkan esensi momentum keagamaan, tetapi tetap bisa memfasilitasi para Bobotoh yang ingin mendukung tim kebanggaannya. Prinsipnya: Ngaji Jalan, Lalajo Persib Kudu,” tegas Dede.

Apresiasi tinggi juga datang dari Ketua MUI Desa Linggasirna. Ia mengacungkan dua jempol atas keberanian pemuda KOMPAC dalam mengombinasikan syiar Islam dengan fanatisme olahraga yang positif, tanpa melupakan nilai-nilai budaya lokal.

“Kami sangat mengapresiasi para pemuda yang masih terus merawat budaya santri lewat tradisi ngaliwet. Kegiatan ini menjadi wadah syiar agama Islam yang efektif karena dikemas dengan pengajian dan tabligh akbar,” ungkapnya.

Berlangsung dengan khidmat namun sarat kekeluargaan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin tahunan bagi KOMPAC dalam menjaga tradisi santri, merawat kebersamaan warga, dan memupuk semangat kebangsaan. Ndhie

Berita Terkait