ilustrasi | Net

Kota, Wartatasik.comAngka kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) terus mengalami penurunan dengan berkurangnya angka dari tahun ketahunnya. Berdasarkan data untuk Kota Tasikmalaya pada tahun 2018 saja jumlah AKI sebanyak 18 ibu, AKB sebanyak 80 bayi.

Meski demikian, Dinas Kesehatan terus menggenjot sejumlah upaya untuk menekan AKI dan AKB di Kota Tasikmalaya, “Kami menargetkan pada tahun 2019 AKI sebanyak 10 ibu dan AKB sebanyak 65 bayi,” tutur Sekdinkes Encu Darsiwa kepada wartatasik.com, Rabu (10/04/2019).

Ia  menambahkan, pihaknya terus memberdayakan kesehatan masyarakat dan selalu menghimbau agar membiasakan menjaga hidup bersih sehat bagi bumil (ibu hamil) dan rutin memeriksakan kesehatannya dengan memanfaatkan Posyandu. Sehingga katanya, resiko kematian ibu melahirkan bisa terkontrol dan dapat ditekan.

Sekertaris Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya Encu Darsiwa | dok Wartatasik

“Tidak hanya ibu hamil, setiap balita juga bisa memanfaatkan Posyandu yang tersebar di masyarakat. Memang target tidak bisa 0 untuk kematian ibu dan bayi, dikarenkan ada banyak faktor diantaranya sosial ekonomi dan kemiskinan,” ujarnya.

Adapun upaya kegiatan Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya untuk menekan AKI dan AKB tahun ini adalah lanjut Encu, Peningkatan Kesehatan Anak Balita diantaranya orientasi MTBM/MTBS (Manajemen Terpadu Bayi Muda/Manajemen Terpadu Balita Sakit), orientasi SHK (Screening Hipotiroid Kongenital, Pengkajian dan Pembelajaran Audit Perinatal.

Selanjutnya tambah Encu, Pelayanan pemeliharaan kesehatan yang diantaranya adalah orientasi RR Lansia, Orientasi Kader Lansia, Pertemuan koordinator Lansia, Penyuluhan kesehatan lansia serta Penggandaan laporan dan dokumen kegiatan.

Encu menambahkan Peningkatan Kesehatan Ibu dan Anak, diantaranya Rakor Kesehatan Ibu dan Anak, Pembelajaran dan Pengkajian Audit Maternal, “Pembinaan bidan kelurahan dan bidan koordinator KIA, pembinaan koordinator KB, pembinaan VPS murni/RSIA/RS dan penguatan P4K,” tukas Encu.

Dengan sejumlah program atau upaya Dinas Kesehatan itu, pihaknya berharap AKI dan ABI dapat ditekan sesuai target yang diharapkan, “Terlebih mohon bantuan dan perhatian semua pihak untuk peduli terhadap kesshatan ibu dan balita di Kota Tasikmalaya,” tandasnya. Asron

BAGIKAN