Sudah Kedua Kalinya jadi Peserta TOF, Femi: Tahun ini Omsetnya Turun Drastis

 599 total views,  2 views today

Stand Tutut Kekey yang sepi pengunjung | blade

Kota, Wartatasik.com – Untuk kali keduanya, Tutut Kekey berperan serta dalam ajang Tasikmalaya October Festival (TOF). Berharap akan mendapatkan penghasilan seperti tahun sebelumnya, malah untuk TOF 2018 omsetnya menurun drastis.

Hal tersebut dikatakan Femila Ayu Siti Sahara, produsen cemilan yang menggunakan bahan bakunya hewan air bercangkang yakni tutut kepada Wartatasik.com. Pengolah berbagai jenis tutut yang diantaranya sebagai berikut sate tutut, gulai tutut, tutut rica-rica, tutut goang, tutut saos tiram itu mengaku omsetnya menurun.

“Pendapatan tahun sekarang hanya dapat Rp. 300 ribu perhari, tidak seperti tahun kemarin bisa mencapai Rp. 2 jutaan lebih. Menurut saya, tahun sekarang kurang memuaskan. Justru, bagusan di Mambo Kuliner Night yang rutin digelar mingguan itu. ” terang Femi, Selasa (16/10/2018).

Ia menjelaskan harga tututnya yang serba Rp 10 ribu perporsi itu sepi pengunjung. Mungkin ada berbagai aspek mengapa omsetnya menurun, tutur Ia, diantaranya layout terlalu panjang, jadi pengunjung keburu capek, banyak pedagang kaki lima.

“Kalau pengunjung saya akui tak kalah banyak dengan tahun kemarin. Tapi jika diperhatikan, kunjungannya itu kebanyakan yang hunting foto dan berselfie. Entah untuk stand lain mudah-mudahan omset-omsetnya bagus,” tukasnya

Namun demikian, pihaknya tetap bersyukur dan berterimakasih kepada Pemkot Tasikmalaya, “Alhamdulillah kami sampaikan terimakasih kepada pemerintah yang telah memfasilitasi kami para pelaku usaha kuliner kota Tasik dengan memmberikan stand gratis dalam memeriahkan hari jadinya yang ke-17. Selamat dan sukses buat Kota Tasikmalaya tercinta,” pungkasnya.

stand Gemblong Neng Diva | Blade

Berbeda dengan apa yang dialami oleh Salamaatus Saidah pemilik stand Gemblong Neng Diva. Kepada Wartatasik.com ia menuturkan bahwa pendapatannya nya pada TOF 2018 merupakan omset yang paling hoki dari sebelumnya, “Alhamdulilah penghasilan dapat Rp. 2 juta perhari.  Semoga Tasik makin berkah dengan kulinernya,” singkatnya. Blade

Related posts