Sejumlah Kasus Mandek, GMBI Sebut Kejari Kota Tasik “Mandul”

 2,995 total views,  14 views today

Ketum LSM GMBI Moch Fauzan bersama Sekertaris GMBI Kota Tasikmalaya Rino Lesmana | blade

Kota, Wartatasik.com – Selasa, 02 Oktober 2018 ribuan aksi massa dari LSM GMBI sesaki sejumlah titik jalan Kota Tasik. Pihaknya mengancam akan aksi besar-besaran jika pelaporannya tidak digubris. Bahkan Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia atau GMBI menilai Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya mandul.

Menurut Ketua Umum GMBI Moch. Fauzan Rahman disela aksi massa yang berlangsung, tadi siang. Kepada Wartawan Ia mengatakan bahwa kedatangannya ke Tasikmalaya itu untuk menegaskan lagi pelaporan yang sudah dilayangkan, terkait banyaknya dugaan kasus korupsi di tubuh Dinas Pemkot Tasikmalaya.

Klik berita terkait >>> Ribuan Massa GMBI Akan Gelar Aksi Tuntut Basmi Korupsi dan Tingginya Angka Kemiskinan di Kota Tasik

ribuan massa aksi LSM GMBI di depan Pengadilan Negeri Jl. SIliwangi | Blade

“Apakah mau menyelidikinya, menyidik atau tidak, jika tidak, kita akan kerahkan massa yang lebih besar lagi menyuarakan Kejari Mandul dan tidak berpihak pada masyarakat,” ucapnya.

Ketum GMBI itu menuding Kejari Kota Tasikmalaya lamban dalam pemerikasaan dan penyidikannya, “Padahal fakta serta buktinya sudah jelas, jika didiamkan, kami akan naikan kasusnya ke Kejaksan Tinggi, Kejagung bahkan ke KPK,” ancamnya.

ribuan massa aksi LSM GMBI di depan Kejaksaan Negeri | Blade

“Ini sudah ketiga kalinya kami lakukan aksi, saya minta pelaporan GMBI segera diproses, dibuktikan penyelidikannya lalu ditindaklanjuti, jangan sampai diendapkan, apalagi bukti-bukti telah memenuhi persyaratan,” paparnya.

Dilanjutkan Fauzan, sebenarnya kasus yang dilaporkannya sudah lama tepatnya dari tahun 2016 /2017 lalu melaporkan lagi bulan Agustus 2018 lalu, “Biasanya kalau melaporkan di daerah -daerah ada tindak lanjut, mengajak duduk bersama dalam artian menyampaikan, tapi ini tidak ada,” imbuhnya.

Kemarin juga terangnya, GMBI datangi KPK guna mendorong untuk Operasi Tangkap Tangan (OTT) atas kasus suap yang melibatkan Wali Kota Tasikmalaya. “Bukan hanya OTT saja, sebab banyak korupsi juga di tiap OPD,” pungkasnya. Blade

Related posts