Prasasti pengaspalan jalan lingkungan | Blade

Kab, Wartatasik.com – Aneh, mungkin itulah kata yang terbersit melihat fenomena aspal berumput yang berada di jalan lingkungan Kp Ciwadas Hilir Desa Linggaraja Kec Sukaraja Kab Tasikmalaya.

Padahal jalan tersebut belum lama di aspal menggunakan Dana Desa (DD) tahun 2019 dengan nilai pekerjaan Rp 250.197.100 bervolume 1250 meter x 2 meter.

Alhasil, sentimen dugaan ‘korupsi’ oleh panitia pengaspalan menyeruak di masyarakat.

Lantaran itu, puluhan warga Kp Ciwaas Hilir turun kejalan dengan perlengkapan perkebunan.

Salah satu tokoh masyarakat Ilyas mengaku aksi turun ke jalan tersebut untuk membersihkan ilalang atau rumput yang tumbuh tepat di atas aspal jalan.

Kegiatan ini terang ia, sudah dilakukan bukan hanya sekali, tapi sudah berkali-kali. Padahal jalan tersebut baru diaspal kurang lebih beberapa bulan oleh pemerintah.

“Kami kecewa, jika dibiarkan akan terlihat seperti kebun bukan lagi jalanan beraspal,” ucapnya, Sabtu (02/11/2019).

Nampak warga tengah melakukan gotong royong membersihkan rumput di jalan yang baru di aspal | Blade

Senada, H Holis (54) warga Kp Ciwaas Hilir lainnya malah berseloroh menyebut, saking suburnya Indonesia, jalan aspal lingkungan didaerahnya itu ditumbuhi rumput dan ilalang.

Ditanya awak media, Ilyas dan H Holis serempak menyuarakan Pemerintah pusat hingga Desa jangan bodohi masyarakat.

“Toh, jika kami dengar anggaran perbaikan jalan ini, tidak sedikit makan uangnya. Masa hal itu masuk ke kantong pribadi, jelas itu sangat tidak wajar dan yang ada kurang ajar,” tegasnya.

Adapun jika suaranya tak digubris, warga akan turun dengan aksi lebih banyak lagi, tidak puluhan orang seperti hari ini.

Sementara itu, saat Wartatasik.com hendak meminta klarifikasi pihak Desa Linggaraja, tak ada satu orang pun pegawai yang berada di kantor. Blade.