Ketika disambangi Wartatasik.com, Neneng hanya bisa menangis menahan sakit di rumah kontrakannnya bahkan untuk beranjak ke wc saja dirinya harus merangkak karena tak mampu berjalan | Blade

Kota, Wartatasik.com – Pernah dilansir sebelumnya Neneng Anggela (32) penderita kanker payudara atau Carcinoma Mammae asal warga Kp Cikurubuk RT 03/RW 01 Kelurahan Linggajaya Kecamatan Mangkubumi yang ‘luput’ perhatian Pemkot Tasikmalaya?

Ketika disambangi Wartatasik.com, Neneng hanya bisa menangis menahan sakit di rumah kontrakannnya bahkan untuk beranjak ke wc saja dirinya harus merangkak karena tak mampu berjalan.

Menurut suaminya, Iyus (33) menyebut sudah satu tahun istrinya menderita kanker. Mirisnya lagi, istrinya itu belum pernah dirawat di rumah sakit.

Hanya pernah sekali diperiksa itupun ke Puskesmas tuturnya, meski Iyus berasal dari Sukabumi, tapi istrinya itu asli orang Cibeureum Kota Tasikmalaya.

“Dulu kami ngontrak tiga bulan di ABR. Kalau disini baru satu minggu,” katanya kepada wartatasik.com, Sabtu (20/07/2019).

Klik berita terkait >>> Miris..!! Kembali Warga Mangkubumi Pengidap Kanker Luput Perhatian Pemkot Tasik?

Kali ini ditemukan, Neneng Anggela warga asal Desa Linggajaya kec Mangkubumi | dokpri

Iyus menceritakan awal mula istrinya menderita kanker payudara adalah gejala awalnya sakit hanya panas dingin.

“Namun lima bulan kemudian baru nampak di dadanya benjolan makin hari terus membesar,” ungkapnya lagi.

Sebenarnya terang Iyus, ia ingin memeriksakan lagi istrinya ke pelayanan kesehatan, namun karena keterbatasan biaya terpaksa hanya membeli obat pereda sakit untuk meredam rasa nyeri.

Aparat pemerintahan setempat seperti Camat, Lurah dan Kepala Puskesmas kabarnya sudah menjenguk Neneng Anggela yang langsung disambut bahagia.

“Iya, tadi pagi dari pihak puskesmas Mangkubumi jenguk, lalu suruh melengkapi surat surat, kalau udah lengkap bisa dibantu dibawa ke rumah sakit,” paparnya.

Sementara itu Camat Mangkubumi H. Soni saat dihubungi melalui whatsapp membenarkan tadi pagi sudah mendatangi rumah Neng Anggela.

Ia pun sudah perintahkan Lurah Linggajaya untuk koordinasi dengan Lurah Sambongpari untuk membantu mengurus admin kependudukannya.

Pasalnya, saat ini Kartu Keluarga (KK) suaminya (Iyus, red) masih Kab. Sukabumi lalu istrinya berdasarkan surat keterangan masih Bungursari.

“Kalau sudah beres berkas kependudukan bisa selanjutnya diusulkan ke Dinas Sosial dan Kesehatan untuk mendapat kartu KIS. Kami juga arahkan pihak puskesmas supaya berkoordinasi dengan Dinas kesehatan,” pungkasnya. Blade.

Loading...