Pemerintah Dinilai Apatis, Harga Kedelai Naik Pedagang Panik

Pemerintah Dinilai Apatis, Harga Kedelai Naik Pedagang Panik | Suslia

Kota, Wartatasik.com – Sejumlah pengarajin tempe di Jawa Barat merasa kebingungan dan kelabakan, pasalnya harga kacang kedelai semakin melonjak terus menerus, sedangkan kondisi jualan di pasaran semakin merosot.

Tak terkecuali di kota Tasikmalaya, semua pengrajin tempe berkeluh kesah perihal fakta di lapangan dengan situasi dan kondisi yang terjadi semkain mengkhawatirkan tentang harga kedelainya maupun tentang penjualannya.

Saat di temui Wartatasik.com, Ilham Maulana (34) seorang pengrajin tempe sekaligus penjual tempe di salah satu pasar di kota Tasikmalaya mengeluhkan kenaikan harga kedelai yang terus melonjak.

“Kita selaku pedagang merasa sangat kebingungan perihal harga kacang bahwa sampai hari inipun mengalami kenaikan harga yang signifikan dan ini terjadi sebelum Ramadhan,”ungkapnya, Rabu (09/06/2021).

Meski tempe bukan menjadi makanan pokok, akan tetapi justru makanan ini menjadi salah satu makanan yang terjangkau oleh masyarakat kalangan menengah kebawah. Tetapi, jika begini keadaannya para pedagang merasa kebingungan dalam menjualnya dan memproduksinyam

“Sudah harga kacang kedelai mahal pembelinya pun semakin kurang berminat, karena tempe yang kita produksi semakin mengecil dengan harga jual yang sama, kalaupun harga naik belum tentu mereka mau membelinya juga,” keluhnya.

Diketahui bersama, beberapa hari kebelakang semua pengrajin tempe mengalami pemberhentian produksi se-Jawa Barat dan diberi suarat edaran dalam jangka waktu 3 hari tidak adanya penjual tempe dan tahu.

Hal itu, bertujuan supaya pemerintah tidak lagi memberikan harga kacang kedelai yang terlampau mahal atau mengalami kenaikan terus menerus, akan tetapi sampai saat inipun belum ada kejelasannya.

Lantaran itu, para pedagang berharap kepada pemerintah khususnya untuk mendengar keluh kesah terkait tempe dan tahu umumnya untuk menetapkan harga kedelai seperti semula.

“Karena toh kamipun memberikan banyak kontribusi untuk pemerintah sendiri dan sekarang kami yang menuntut pemerintah untuk mempertimbangkan kembali nasib kami selaku parabpedagang,” pungkasnya. Suslia.

Berita Terkait