
Kabupaten, Wartatasik.com – DK (12) Asal Kampung Borolong, Desa Cilampung hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat dipatuk ular, Minggu (29/3).
Korban dipatuk ular berbisa saat tidur di lantai bersama ibunya di ruang tengah rumah.
DK masih menjalani perawatan di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa hingga Rabu (8/4). Kondisi pasien sudah alami perbaikan. Pasien mampu menggerakan tangan dan merespon orang tuanya.
“Alhamdulillah pasien sudah ada perbaikan, pasien bisa merespon. Tadi sama ayahnya dilambaikan tangan dari luar kaca. Dia nyahut tanganya diangkat. Kami senang sekali,” kata Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr Eli Hendalia di ruang ICU.
Pasien dipastikan masih mendapatkan anti venom atau anti bisa. Setiap hari antara lima sampai 10 buah vial anti bisa. Total pasien sudah mendapatkan 56 anti bisa.
“Jadi sudah habis 56 vial anti venom sampai hari ini. Menurut dokter dari Bandung jumlah itu merupakan stok kebutuhan anti venon untuk se Jawa Barat dalam sebulan. Jadi demi selamatkan nyawa dan pelayanan maksimal, kami berupaya tetap datangkan anti venom ini dari Provinsi, bekerja sama sama dinas Kesehatan Provinsi yang membantu juga pasokan anti venom secara gratis,” kata dr Eli Hendalia.
Mengetahui warganya masuk ICU karena dipatuk Ular Weling, Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Alayubi menjenguk pasien. Asep sampaikan simpatinya kepada ayah dan ibu korban.
BACA JUGA: Disaat Kondisi Kritis, RSUD KHZ Musthafa Hadir ‘All Out’ Tangani Bocah Dipatok Ular WelingÂ
Politisi Partai Gerindra ini meminta agar penanganan dilakukan dengan maksimal. Pemerintah daerah melalui Dinas Kesehatan dan RSUD KHZ Musthafa membantu skema pembiayaan pasien.
“Kami bersimpati dan jenguk korban di ICU. Tentu Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berupaya supaya pasien tertasi dan mendapatkan haknya. Walau sudah habis limit waktu BPJS nya, kami tentu berupaya agar keluarga tidak terbebani pembiyayaan. Ini bentuk konsen kami membantu masyarakat yang kurang beruntung dapat pelayanan kesehatan,” kata Asep Sopari Alayubi. Ndhie
