
Kota, Wartatasik.com – Kondisi keuangan Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya kini tengah berada dalam sorotan tajam. Anggota DPRD Kota Tasikmalaya, Kepler Sianturi, mengungkapkan bahwa Pemkot Tasikmalaya sedang mengalami krisis fiskal serius yang puncaknya membuat kas daerah berada di posisi nol rupiah per Juni 2026.
Dampaknya, hampir seluruh aktivitas di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lumpuh total akibat ketiadaan anggaran operasional.
Menurut Kepler, tanda-tanda melemahnya kemampuan finansial daerah ini sebenarnya sudah terindikasi sejak awal tahun, salah satunya ditandai dengan keterlambatan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN.
“Jika kondisi ini terus dibiarkan, ia mengkhawatirkan target visi-misi wali kota yang tertuang dalam RPJMD terancam gagal tercapai,” ujarnya, Rabu (10/06/2026).
Lebih lanjut, Ia mengkritik tajam buruknya koordinasi internal di lingkungan eksekutif, mulai dari TAPD hingga BPKAD.
Ia juga menyayangkan minimnya komunikasi dengan pihak legislatif terkait kebijakan krusial seperti wacana refocusing anggaran.
“Meski Badan Anggaran (Banggar) DPRD telah berulang kali meminta penjelasan, pihak eksekutif belum memberikan respons memadai,” jelasnya.
Sebagai solusi, Kepler mendesak Pemkot Tasikmalaya segera mengambil langkah strategis, seperti memperjuangkan kembali skema Transfer Keuangan Daerah (TKD) ke pemerintah pusat dan memaksimalkan optimalisasi aset daerah guna mendongkraf pendapatan alternatif. Asron
