Jejak Kongres Koperasi 1947: Tugu Koperasi Tasik Siap Disulap Jadi “Living Heritage”

Jejak Kongres Koperasi 1947: Tugu Koperasi Tasik Siap Disulap Jadi “Living Heritage” | Red

Sinergi Dua Menteri: Kawasan Tugu Koperasi Tasik Dipoles Jadi Pusat Ekonomi Rakyat..

Kota, Wartatasik.comKawasan Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya resmi bersiap menyandang status sebagai Cagar Budaya Nasional. Langkah bersejarah ini ditandai dengan pencanangan program revitalisasi oleh Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada Minggu (25/7/2026).

Nilai historis Tugu Koperasi memang tak main-main. Di lokasi inilah Kongres Koperasi Pertama di Indonesia digelar pada tahun 1947 silam, yang sekaligus menjadi cikal bakal penetapan tanggal 12 Juli sebagai Hari Koperasi Nasional.

Menteri Koperasi Ferry Juliantono menegaskan bahwa pemugaran fisik ini hanyalah langkah awal. Pemerintah berkomitmen menjadikan kawasan ini sebagai episentrum kebangkitan gerakan ekonomi rakyat.

“Tempat ini adalah titik awal penetapan Hari Koperasi. Ke depan, Tugu Koperasi bukan sekadar situs bersejarah, melainkan tempat memantik kembali gerakan koperasi dan memperkuat ekonomi masyarakat,” ujar Ferry.

Upaya ini juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto pada Peringatan Hari Koperasi 12 Juli 2026 lalu, yang menekankan pentingnya mengembalikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional berdampingan dengan BUMN dan swasta, sesuai amanat Pasal 33 UUD 1945.

Ferry menambahkan, proyek ini juga terintegrasi dengan program nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Saat ini, Kementerian Koperasi tengah membina sekitar 130.000 koperasi aktif di seluruh tanah air.

Dukungan penuh turut disuarakan Kementerian Kebudayaan. Fadli Zon menyampaikan optimismenya agar penetapan kawasan ini sebagai Cagar Budaya Nasional bisa segera rampung.

“Kami ingin tempat ini menjadi living heritage atau situs budaya yang hidup setelah direvitalisasi. Dari sinilah semangat koperasi terus dipelihara. Menariknya, dua koperasi yang menjadi peserta kongres tahun 1947 bahkan masih aktif berdiri hingga hari ini,” tutur Fadli.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi memaparkan bahwa total anggaran revitalisasi ini mencapai Rp1,8 miliar. Dana tersebut dikumpulkan dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari CSR, partisipasi gerakan koperasi, APBD Kota, hingga dukungan Kementerian Koperasi dan Kementerian Kebudayaan.

“Tugas besar kita adalah merawat sejarah ini agar bisa menginspirasi generasi muda sejak bangku sekolah, sekaligus menjadikan kawasan ini sebagai wadah inkubasi koperasi dan aktivasi ekonomi,” kata Viman.

Pasca-revitalisasi, kawasan Tugu Koperasi difungsikan kembali sebagai sentra UMKM unggulan untuk mendorong Tasikmalaya sebagai pusat kerajinan tenun, batik, bordir, dan produk lokal lainnya.

“Diharapkan operasional Koperasi Desa Merah Putih bersama koperasi yang ada bisa menjadi mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional hingga mencapai target 8%,” pungkasnya.

Pemerintah Kota Tasikmalaya menargetkan seluruh rangkaian revitalisasi dan penguatan fungsi kawasan Tugu Koperasi ini rampung pada tahun 2026. Asron

Berita Terkait