
Pangandaran, Wartatasik.com – Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Siliwangi yang diketuai oleh Nisa Noor Wahid, S.E., M.M. bersama tim pengabdian melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) di Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, Kamis, 25 Juni 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), salah satunya adalah UMKM Crispa, yang menjadi salah satu UMKM binaan dalam program tersebut.
Kegiatan PPM mengusung tema Implementasi Akuntansi Manajemen Sederhana pada UMKM Pangan Olahan Berbasis Perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) untuk Meningkatkan Pengambilan Keputusan Usaha.
Program ini bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku UMKM dalam mengelola biaya produksi secara lebih terstruktur sehingga dapat menghasilkan keputusan usaha yang lebih tepat, efektif, dan menguntungkan.
Dalam sambutannya, Ketua Tim Pengabdian, Nisa Noor Wahid, S.E., M.M., menyampaikan bahwa masih banyak pelaku UMKM yang menentukan harga jual hanya berdasarkan perkiraan tanpa didukung pencatatan biaya yang memadai.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM bahwa pencatatan biaya produksi bukan hanya sekadar administrasi, tetapi menjadi dasar dalam menentukan harga jual yang tepat, menghitung laba usaha, serta mengetahui titik impas (Break Even Point/BEP). Dengan pengelolaan biaya yang baik, pelaku UMKM akan lebih mudah mengambil keputusan bisnis secara rasional dan berkelanjutan,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, tim pengabdian memberikan materi mengenai pencatatan biaya produksi, klasifikasi biaya, perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP), penentuan harga jual, analisis laba, hingga perhitungan Break Even Point (BEP).
Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui diskusi, studi kasus, dan praktik sederhana yang disesuaikan dengan kondisi usaha peserta.
Salah satu fokus pendampingan diberikan kepada UMKM Crispa, pelaku usaha yang memproduksi makanan ringan berbahan dasar pisang. Melalui pendampingan ini, pelaku usaha memperoleh pemahaman mengenai pentingnya menghitung seluruh komponen biaya produksi agar harga jual yang ditetapkan mampu memberikan keuntungan yang optimal tanpa mengurangi daya saing produk di pasaran.
Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan diskusi mengenai pengelolaan keuangan usaha, pencatatan biaya, hingga strategi pengembangan UMKM. Para peserta berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk pendampingan berkelanjutan bagi pelaku usaha di Desa Selasari.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, diharapkan para pelaku UMKM mampu menerapkan sistem pencatatan biaya secara lebih sistematis sehingga informasi biaya dapat dimanfaatkan sebagai dasar dalam menentukan harga jual, menghitung laba, mengevaluasi kinerja usaha, serta menyusun strategi pengembangan bisnis yang lebih berdaya saing.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, melalui pemberdayaan UMKM agar semakin tangguh, mandiri, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Red.
