Dorong Ekonomi Kreatif, Tim Pengabdian Latih Ibu PKK Desa Selasari ‘Sulap’ Minyak Jelantah Jadi Lilin

Foto Kolase: dokpri

Pelatihan Pembuatan Lilin dari Limbah Minyak Jelantah Dorong Ekonomi Kreatif Ibu PKK Desa Selasari…

Pangandaran, Wartatasik.com – TIM Pengabdian dari Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi kepada Masyarakat yang diketuai oleh Prof. Dr. H. Dedi Kusmayadi, S.E., M.Si., Ak., CA., CRBC., ACPA., CPA., CRA., CRP., CSBA., ASEAN-CPA bersama anggota tim lainnya melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan lilin berbahan dasar limbah minyak jelantah di Desa Selasari, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran.

Pelatihan yang digelar di Desa Selasari, Pangandaran, pada Kamis, 25 Juni 2026 ini mengangkat tema, Lilin Berkah dan Keuangan Cerdas: Pelatihan Kewirausahaan Berkelanjutan untuk Meningkatkan Ekonomi Lokal dan Produksi yang Bertanggungjawab

Kegiatan ini melibatkan para pelaku Ibu PKK Desa Selasari sebagai peserta utama. Melalui pelatihan ini, peserta diberikan pemahaman mengenai cara mengolah minyak jelantah yang biasanya menjadi limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna, yaitu lilin.

Selain praktik pembuatan lilin, peserta juga diberikan wawasan mengenai pentingnya pengelolaan limbah, peluang usaha rumah tangga, serta pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.

Ketua Pengabdian, Prof. Dr. H. Dedi Kusmayadi, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi ibu-ibu PKK.

“Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin diharapkan dapat mengurangi pencemaran lingkungan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat desa,” paparnya, Jumat (26/6/2026).

Terangnya, program ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam aspek konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, pemberdayaan masyarakat, serta peningkatan ekonomi lokal berbasis keberlanjutan.

“Melalui kegiatan pengabdian ini, Ibu PKK Desa Selasari diharapkan mampu mengembangkan keterampilan baru yang dapat diterapkan secara mandiri maupun berkelompok sebagai produk kreatif desa yang ramah lingkungan,” pungkasnya. Redaksi

 

Berita Terkait