​Hadapi Musim Kemarau, DKP3 Kota Tasik Siapkan Strategi Antisipasi dan Adaptasi Cegah Gagal Panen

Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan DKP3 Kota Tasikmalaya, Anisah Kardiyati, S.Pi., MP, | Asron

Kota, Wartatasik.com – Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya tengah gencar menyiapkan berbagai langkah strategis untuk menghadapi ancaman kekeringan pada lahan pertanian.

Melalui sinergi program pusat dan penyesuaian di tingkat petani, pemerintah daerah optimistis dampak kemarau tahun ini dapat diminimalisasi.

​Kabid Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan DKP3 Kota Tasikmalaya, Anisah Kardiyati, S.Pi., MP, menegaskan bahwa kunci utama dalam menghadapi musim kemarau kali ini adalah kombinasi antara antisipasi dan adaptasi.

​”Langkah antisipasi saat ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat, salah satunya melalui program perbaikan saluran irigasi guna memastikan distribusi air ke lahan pertanian tetap optimal,” katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin  (6/7/2026).

​Sementara dari sisi adaptasi, Anisah mengimbau para petani untuk lebih fleksibel dalam mengelola lahan mereka. Beberapa strategi adaptasi yang disarankan meliputi, ​Pengaturan pola tanam yang disesuaikan dengan ketersediaan air.

“​Pengalihan jenis komoditas ke tanaman yang lebih hemat air, dan ​Penggunaan varietas benih yang memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca kering. Juga,  ​Pengosongan lahan sementara jika kondisi air memang sudah tidak memungkinkan, demi menghindari kerugian total akibat gagal panen,” tambahnya.

​​Hingga saat ini, DKP3 Kota Tasikmalaya mencatat belum ada laporan mengenai gagal panen (puso). Gejala kekeringan yang muncul baru sebatas retakan pada tanah di beberapa area, dan sejauh ini masih bisa diatasi melalui sistem gilir air.

​Berdasarkan data dari Kementerian ATR, Kota Tasikmalaya memiliki Luas Baku Sawah (LBS) mencapai 4.689 hektare. Lahan produktif ini memerlukan pengawasan ketat karena potensi dampak kemarau cenderung merata di hampir seluruh wilayah kecamatan yang ada di Kota Tasikmalaya. Petani diimbau untuk terus berkoordinasi dengan penyuluh pertanian setempat agar potensi risiko bisa dimitigasi sejak dini. Asron

Berita Terkait