
Kota, Wartatasik.com – Kabar baik datang untuk Malik, calon siswa asal Sirnagalih, Kota Tasikmalaya. Setelah sempat viral dan menuai kekhawatiran karena diarahkan ke Sekolah Luar Biasa (SLB) akibat miskomunikasi, pihak SDN Sindanggalih akhirnya memastikan bahwa Malik resmi diterima di sekolah umum tersebut.
Kepastian ini didapat setelah jajaran pihak SDN Sindanggalih datang langsung mengunjungi kediaman orang tua Malik untuk meluruskan kesalahpahaman yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. Kunjungan silaturahmi sekaligus penyampaian permohonan maaf tersebut berlangsung penuh haru.
Orang tua Malik, Nana, menyambut baik iktikad baik dan keterbukaan dari pihak sekolah. Ia menceritakan, sebelumnya keluarga sempat cemas karena kondisi fisik Malik yang belum bisa berjalan membuat putranya disarankan ke SLB. Namun, setelah dijalin komunikasi ulang, pihak sekolah menegaskan bahwa Malik memiliki hak yang sama untuk belajar di SDN Sindanggalih.
“Mereka datang ke rumah untuk minta maaf. Katanya ada miss komunikasi. Alhamdulillah sekarang Malik sudah dipastikan bisa sekolah di sini,” ujar Nana saat ditemui di rumahnya, Senin (06/07/2026).
Tidak sekadar menerima, pihak SDN Sindanggalih juga berkomitmen penuh memberikan dukungan fasilitas penunjang. Salah satunya adalah penyediaan kursi roda agar Malik bisa dengan mudah bermobilisasi dari rumah menuju sekolah dan sebaliknya.
BACA JUGA: Orang Tua Menangis, Calon Siswa SDN Sindanggalih Tasikmalaya Malah Disarankan ke SLB
Merespons kepedulian sekolah, Nana yang sehari-hari berprofesi sebagai pengrajin mebel rumahan, berencana membuatkan kursi belajar khusus untuk sang anak. Kursi tersebut akan didesain khusus agar Malik bisa mengikuti proses belajar mengajar di dalam kelas dengan nyaman.
“Kami ingin Malik nyaman. Kebetulan saya bisa buat sendiri, jadi nanti saya buatkan kursi yang representatif untuk dipakai Malik di sekolah,” ungkap Nana.
Nana mengaku sangat bersyukur atas perhatian dan solusi cepat yang diberikan oleh pihak sekolah. Ia juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada semua pihak yang telah ikut mengawal dan memperjuangkan hak pendidikan putranya.
Simbol Pendidikan Inklusif Tanpa Diskriminasi
Selesainya kesalahpahaman ini menjadi pengingat penting bahwa setiap anak berhak mendapatkan akses pendidikan dasar yang layak tanpa diskriminasi. Sekolah dasar reguler memiliki peran besar untuk menjadi ruang inklusif yang ramah bagi semua anak, terlepas dari bagaimana kondisi fisik mereka.
Kini, Malik tinggal menghitung hari menuju hari pertama masuk sekolah dengan semangat dan harapan baru. Kursi roda dari sekolah serta kursi belajar buatan sang ayah akan menjadi jembatan bagi Malik untuk merajut cita-cita bersama teman-teman sebayanya.
Dalam kesempatan itu, Nana menyampaikan ucapan terima kasih kepada Anggota DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDIP, Kepler Sianturi, Dinas Pendidikan, SDN Sindanggalih dan semua pihak atas kepeduliannya terhadap nasib anaknya tersebut.
“Terima kasih untuk semua yang sudah peduli. Semoga Malik bisa belajar dengan baik dan membanggakan,” pungkas Nana penuh haru. Asron
