
Ciamis, Wartatasik.com – Upaya mendorong transformasi digital di sektor pertanian terus dilakukan melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan oleh Universitas Riyadlul Ulum bekerja sama dengan Universitas Siliwangi.
Program ini menghadirkan sistem monitoring digital berbasis Internet of Things (IoT) pada budidaya selada hidroponik milik Kelompok Taruna Tani Sukamandiri di Desa Sukasetia, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Jumat, 3 Juli 2026.
Tim pengabdian diketuai oleh Yuli Ratna Nawangsari dengan anggota Desi Rahmawati dari Universitas Riyadlul Ulum serta Nadya Glaudira dari Universitas Siliwangi. Program ini juga melibatkan mahasiswa M. Ramdan Jamiludin dan Muhammad Hasby Aldian Bagaskara dari Program Studi Agroteknologi Universitas Riyadlul Ulum yang turut mendampingi pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Mitra kegiatan, Kelompok Taruna Tani Sukamandiri yang diwakili oleh Syarif Hidayat, memperoleh bantuan berupa perangkat monitoring digital untuk mengukur pH, konsentrasi nutrisi (PPM/TDS), dan suhu secara real-time. Teknologi tersebut mulai diterapkan sejak awal Juni 2026 guna membantu petani memantau kondisi larutan nutrisi secara lebih cepat dan akurat sehingga pengelolaan budidaya menjadi lebih efisien.
Sebagai bagian dari pendampingan, pada Jumat, 3 Juli 2026, tim pengabdian menyelenggarakan pelatihan penggunaan sistem monitoring digital sekaligus pelatihan budidaya selada hidroponik. Peserta diberikan pemahaman mengenai konsep smart agriculture, penggunaan alat monitoring, pembacaan data pH, PPM, dan suhu, serta teknik pengelolaan hidroponik untuk meningkatkan produktivitas tanaman.
Ketua tim pengabdian, Yuli Ratna Nawangsari, menjelaskan bahwa penerapan teknologi digital diharapkan mampu membantu petani mengambil keputusan budidaya berdasarkan data yang diperoleh secara real-time sehingga penggunaan air dan nutrisi menjadi lebih efisien.
“Melalui penerapan sistem monitoring digital, kami berharap petani dapat mengelola budidaya selada secara lebih efektif, meningkatkan produktivitas, dan semakin siap mengadopsi teknologi smart agriculture dalam kegiatan pertanian,” ujarnya.
Perwakilan mitra, Syarif Hidayat, menyampaikan bahwa pendampingan dan penerapan teknologi monitoring digital memberikan pengetahuan baru bagi anggota kelompok tani dalam mengelola budidaya selada hidroponik secara lebih modern dan berbasis data.

Melalui kolaborasi ini, Universitas Riyadlul Ulum dan Universitas Siliwangi berharap penerapan teknologi smart agriculture dapat menjadi model pengembangan pertanian digital yang mudah diterapkan oleh kelompok tani lainnya sehingga mampu meningkatkan efisiensi sumber daya dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riyadlul Ulum dan Universitas Siliwangi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia atas dukungan pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2026.
Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam terlaksananya program sehingga inovasi smart agriculture dapat dimanfaatkan secara langsung oleh masyarakat. Redaksi
