Dongkrak UMKM Baru, Anggota DPRD Kota Tasik ini Fasilitasi Pelatihan Tataboga di LKP Nurfaridah

Dongkrak UMKM Baru, Anggota DPRD Kota Tasik ini Fasilitasi Pelatihan Tataboga di LKP Nurfaridah | Asron

Respons Kondisi Fiskal Daerah, Anggota DPRD Kota Tasikmalaya Kepler Sianturi Dorong Lahirnya UMKM Baru Lewat Program Vokasi..

Kota, Wartatasik.com – Menjawab tantangan ekonomi lokal, Anggota Komisi II DPRD Kota Tasikmalaya dari Fraksi PDI Perjuangan, Kepler Sianturi, menginisiasi program pelatihan vokasi berbasis dana aspirasi bagi masyarakat Dapil 1 (Kecamatan Tawang, Cihideung, dan Bungursari).

Program yang menggandeng Bidang PAUD PNF Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya ini menyasar sekitar 110 hingga 120 warga untuk dibekali berbagai keterampilan wirausaha.

Kepler menegaskan, program ini lahir sebagai respons nyata atas kondisi fiskal daerah yang kurang menguntungkan, tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS), serta persoalan pengangguran dan kemiskinan di Kota Tasikmalaya.

“Sebagai perwakilan rakyat, kami berupaya merespons persoalan ekonomi ini secara konkret melalui alokasi penganggaran resmi daerah. Tujuannya melahirkan UMKM baru, menggerakkan roda ekonomi warga, dan mencetak wirausahawan mandiri,” ujar Kepler, Senin (07/09/2026).

Sebanyak 7 jenis keterampilan disiapkan dalam program ini. Untuk kelompok ibu rumah tangga, dibuka pelatihan tata boga, hantaran, tata rias kecantikan, dan tata kecantikan rambut. Sedangkan untuk generasi muda, disajikan pelatihan aplikasi komputer dan desain grafis, digital marketing, hingga pengolahan herbal kunyit-jahe.

Salah satu lokasi kegiatan berlangsung di LKP Nurfaridah, Lengkong Barat, yang menggelar pelatihan tataboga pembuatan dimsum untuk 13 peserta. Ketua Yayasan LKP Nurfaridah, Yani Nuryani, S.Pd.I, mengapresiasi dukungan ini karena dapat sekaligus menghidupkan kembali peran lembaga kursus lokal.

Jelasnya, pelatihan berlangsung 3 hari dengan porsi 60% praktik dan 40% teori. Materinya mulai dari pemaparan materi, praktik pembuatan dimsum, teori dasar, pengelolaan bahan, hingga kedisiplinan.

“Pesertanya beragam, ada yang sudah berumahtangga maupun masih single. Kami pakai instruktur internal yang sudah teruji seperti Bu Sri dan Bu Neneng,” terangnya.

Sementara, Kabid PAUD PNF Disdik Kota Tasikmalaya, Yogi, menambahkan bahwa peserta pelatihan juga dibekali sarana penunjang praktis.

“Peserta menerima alat kerja seperti panci, celemek, dan topi masak yang akan menjadi milik pribadi untuk modal awal memulai usaha,” jelas Yogi. Asron

Berita Terkait