
Kabid SDA: Kerap Dibersihkan Kembali Penuh Sampah, DPUTR Minta Warga Kota Tasikmalaya Tak Buang Sampah ke Sungai…
Kota, Wartatasik.com – Memasuki musim penghujan, potensi peningkatan curah hujan di wilayah Kota Tasikmalaya diprediksi akan mengalami kenaikan bertahap mulai dari kategori rendah, menengah, hingga tinggi dan sangat tinggi. Adapan puncak curah hujan kategori tinggi diproyeksikan bakal terjadi pada Januari mendatang.
Menanggapi potensi cuaca ekstrem tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Kota Tasikmalaya melalui Bidang Sumber Daya Air (SDA) telah mengambil langkah antisipasi dan mitigasi sejak jauh-jauh hari guna meminimalisir risiko banjir dan genangan.
Kepala Bidang SDA DPUTR Kota Tasikmalaya, Rino Isa Muharam, menyampaikan bahwa pemantauan ketat terus dilakukan, terutama di lokasi-lokasi yang menjadi titik rawan genangan air.
“Selain fokus pada pusat perhatian (titik rawan), secara rutin tim Koordinator Wilayah (Korwil) kami terus menyisir dan memantau saluran. Jika ditemukan kendala seperti tumpukan sampah atau sedimentasi yang memicu luapan air, tim langsung bergerak cepat turun ke lapangan,” ujar Rino di ruang kerjanya, Kamis (5/11/2026).
Tidak hanya mengandalkan pemantauan internal, Bidang SDA DPUTR juga responsif terhadap permohonan aksi gotong royong pembersihan sungai dari pihak kelurahan maupun masyarakat setempat. Kegiatan pembersihan lingkungan tersebut telah dilaksanakan di sejumlah titik, di antaranya wilayah Kalangsari, Lengkong, Paseh, Urug, serta beberapa wilayah lainnya.
Terkait dengan kewenangan pengelolaan saluran atau sungai yang berada di luar ranah Pemerintah Kota, Rino menegaskan pihaknya senantiasa menjalin koordinasi aktif dengan instansi terkait, seperti Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
“Kami terus berkolaborasi dengan lintas pemerintahan dan pihak provinsi. Jika ada wilayah yang di luar kewenangan kami, kami selalu berkoordinasi dan meminta bantuan BBWS untuk menerjunkan personilnya guna membersihkan saluran sungai di Kota Tasikmalaya,” jelasnya.
Namun demikian, Rino menggarisbawahi bahwa serutin apa pun upaya petugas di lapangan, pencegahan banjir tidak akan maksimal tanpa adanya peran aktif dan kepedulian dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Ia membeberkan realita di lapangan di mana kerap ditemukan saluran yang baru selesai dibersihkan, justru kembali dipenuhi sampah dalam kurun waktu satu hingga dua hari.
“Dengan semua pihak terlibat menjaga saluran dari sampah, niscaya solusi masalah banjir ini bisa kita atasi bersama. Realitanya di lapangan, saat kita selesai bersih-bersih, baru selang sehari dua hari saluran kembali dipenuhi sampah. Maka dari itu, kami mengimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling menjaga lingkungannya masing-masing, terlebih Kota Tasikmalaya saat ini sudah dalam kondisi siaga mengantisipasi musim penghujan,” imbaunya.
Disinggung mengenai kondisi pasca turunnya hujan dalam beberapa hari terakhir, Rino bersyukur sejauh ini belum ada laporan kejadian banjir di wilayah Kota Tasikmalaya.
“Alhamdulillah belum ada (banjir), mungkin karena intensitas hujan beberapa hari kemarin masih dalam kategori ringan. Mudah-mudahan dengan keterlibatan dan kesadaran seluruh pihak, potensi banjir di Kota Tasikmalaya dapat kita minimalisir bersama,” pungkasnya. Asron
