Antusias, 1200 Mahasiswa Ikuti Program MSIB Kampus Merdeka Batch 2 di Zenius: UI/UX in Product Design

Live class prototyping oleh PT. Zona Edukasi Nusantara | dokpri

Referensi – Saat ini, berbagai macam program yang dihadirkan oleh Kampus Merdeka sedang marak diperbincangkan dan diikuti oleh seluruh mahasiswa di Indonesia. Bukan tanpa alasan, dengan adanya kampus merdeka ini para mahasiswa diberikan ruang untuk dapat lebih mengeksplor potensi dan bakat yang dimiliki. Salah satu program yang dihadirkan oleh kampus merdeka sebagai wadah bagi para mahasiswa adalah Magang dan Studi Independen Bersetifikat (MSIB).

Sebanyak kurang lebih 1200 mahasiswa mengikuti program MSIB Kampus Merdeka Batch 2 di salah satu mitranya, yaitu PT. Zona Edukasi Nusantara (Zenius) pada jenis learning path UI/UX in Product Design: From Design Thingking to Rapid Prototyping. Mahasiswa yang tergabung pada program ini berasal dari berbagai kampus di Indonesia, seperti Universitas Pembangunan Negeri Veteran Jawa Timur, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Negeri Malang, Binus University, Universitas Padjajaran, dan masih banyak lagi.

Rangkaian program MSIB Kampus Merdeka Batch 2 dilaksanakan selama 5 bulan, terhitung dari 21 Februari – 21 Juli 2022. Pada Batch 2 ini, Zenius menerima lebih dari 20.000 calon peserta pada program MSIB Kampus Merdeka. Sebanyak 20.000 calon peserta tersebut kemudian melewati tes fundamental skill terlebih dahulu sehingga didapat 1200 peserta yang lolos pada program MSIB Kampus Merdeka dengan learning path UI/UX in Product Design: From Design Thingking to Rapid Prototyping

Pada learning path UI/UX in Product Design: From Design Thingking to Rapid Prototyping, mahasiswa akan berfokus untuk mempersiapkan dan mengasah kemampuannya dalam bidang UI/UX in Product Design sehingga dapat menjadi desainer produk yang baik. Untuk mendapatkan output yang maksimal, hanya mahasiswa dengan jurusan terkait saja yang dapat mendaftar pada program ini, seperti Psikologi, Ilmu Komputer, Human Computer Interaction, Desain Komunikasi Visual, Desain Grafis, Arsitektur, dan Desain Produk.

Founder dan Chief Education Officer Zenius, Sabda PS mengatakan, inisiatif baik Pemerintah dalam program Kampus Merdeka terbukti mampu memberikan kesempatan bagi para mahasiswa untuk memiliki pengalaman masa transisi dari dunia akademik menuju lingkungan kerja yang sesungguhnya.

“Untuk itu, Zenius menyambut baik hal tersebut dengan kembali menjadi mitra yang mempersiapkan mahasiswa untuk menjadi sumber daya manusia berkualitas dengan memiliki pembekalan kerja yang tepat. Tentunya, pembekalan diri di Zenius akan selalu berdasarkan fundamental skills yang bermanfaat untuk individu itu sendiri, ataupun saat menjadi bagian dari sebuah perusahaan,” tambahnya.

Tujuan dari learning path ini yakni menghasilkan Produk digital yang bermanfaat, menarik, serta gampang digunakan untuk pengguna. Zenius memperkenalkan tahap pendalaman keahlian UI/ UX in Product Design buat mempersiapkan partisipan buat bisa jadi desainer produk yang baik.

Kerangka program MSIB di zenius ini dipecah jadi 3 sesi ialah umum fundamental skills, specific fundamental skills, serta specific technical skills. Pada sesi fundamental skills ini segala partisipan dalam tiap program hendak memperoleh modul yang sama. Dalam tahapan ini, partisipan hendak diberikan pemaparan menimpa keahlian bawah yang digunakan buat berpikir serta menciptakan mutu berpikir yang bisa dipertanggungjawabkan dari mencerna suatu data, permasalahan, isu ataupun suasana.

Pada sesi Specific Fundamental Skills nantinya tiap partisipan hendak menekuni kompetensi terspesialisasi serta pendalaman profesi yang berkaitan dengan keahlian bawah yang wajib dipunyai cocok dengan learning path yang diseleksi tiap- tiap partisipan. Tahapan pendidikan selanjutnya merupakan Specific Technical Skills di mana partisipan hendak belajar buat membangun serta mempraktikkan keahlian handal yang sudah dipelajari learning path tiap – tiap partisipan.

Pada penghujung program ini partisipan memperoleh tugas berbentuk portofolio yang didalamnya berisi dari case study yang sudah diseleksi mulai dari sesi design thinking, research hingga dengan prototype. Penulis: Daviq Ardli Wishesha dari Universitas Pembangunan Nasional “VETERAN” Jawa timur

 

Berita Terkait