Bantah Tipu Gelap Album Kenangan Mantan Siswa SMAN 5 Tasik, Kuasa Hukum DY: Unsur Menipunya Dimana?

 152,390 total views

Kuasa hukum dari pihak terlapor DY, Yudi Yudi Rhisnandi, S.H (ujung kanan) | Ndhie

Bantah Tipu Gelap Album Kenangan Mantan Siswa SMAN 5 Tasikmalaya, Kuasa Hukum DY: Sejak Awal Kami Kooperatif, Unsur Menipunya Dimana?

Tasikmalaya, Wartatasik.com – Menanggapi pemberitaan atas sejumlah mantan pelajar SMAN 5 Kota Tasikmalaya Tahun Ajaran 2019-2020 menjalani proses pemeriksaan di Unit Tipidter Polres Tasikmalaya Kota, terkait laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang melibatkan terlapor DY.

Kuasa hukum dari pihak terlapor DY, Yudi Rhisnandi, S.H., angkat bicara. Pihaknya mengklarifikasi tentang pemberitaan sebelumnya tidak benar.

“Ada nama bendera perusahaan yang disebutkan, padahal dari awal DY jelaskan dia bekerja untuk diri sendiri jadi jelas DY tidak membawa nama-nama perusahaan, dan itu atas sepengetahuan pihak perusahaan bahwa DY sudah minta izin untuk mengerjakannya secara pribadi,” ujarnya kepada wartawan, Jumat malam (26/02/2021).

Sambung Yudi, termasuk pihak panitia juga mengetahuinya dan bahkan DY adalah asli dari Tasikmalaya bukan asal dari Bandung, tetapi kerja di Bandung.

Disinggung ada dugaan modus penipuan, Yudi membantah keras karena sejak awal juga jelas sudah ada itikad baik dari kliennya itu. Malah kliennya itu mendapat tekanan dari panitia untuk mengganti uang Rp.250rb/orang,

“Padahal pekerjaannya sudah hampir beres dia kerjakan hanya ada satu item yang belum beres,  karena mengalami kendala. Ya tahu sendiri kan sekarang lagi masa pandemi jadi lambat pengerjaannya, meskipun ada temannya yang tidak bertanggungjawab, tapi tetap sangat jelas DY tangung jawab sekali dengan pekerjaan ini,” ucap Yudi.

Ada tuntutan kepada DY untuk mengembalikan uang, Yudi mengatakan, ya itu yang satu item itu nilainya kalau di perinci itu yg satu item itu dengan kisaran sebesar 50rb, “Jadi kalaupun misalkan mereka ingin menuntut uang kembali, ya jelas yang buku itu saja senilai Rp. 50rb saja,” tegasnya.

“Disini jadi jelas kita meminta keadilan, masa pekerjaan yang sudah dikerjakan tidak dihargai, kalau mau meminta semua uang nya kembali segitu, ini tidak ada keadilan kan untuk item vidio atau foto sudah beres jadi bisa diambil kalau kesepakatannya begitu,” terangnya lagi.

Yudi menegaskan dalam kasus ini pihaknya sudah empat kali mediasi dan ketika ada undangan kita selalu hadir artinya pihak kami kooperatif, “Unsur menipunya dari mana..?? Jadi pihak kami keberatan dengan ganti rugi tersebut karena tidak masuk akal dan merugikan klien,” imbuhnya.

Bayangkan saja proses foto saja di dua tempat yang ber beda dengan jarak yang jauh sambung Yudi, untuk lokasi pemotretan nya saja dengan lokasi pangandaran dan di Garut jelas itu mengunakan waktu yang lama.

Klik berita terkait:

Tipu Gelap Modus Album Kenangan, Sejumlah Mantan Siswa SMAN 5 Kota Tasik Laporkan DY ke Polres

“Padahal kita menawarkan solusinya itu pekerjaan diselesaikan semua sesuai perjanjian apa yang diminta dan kita kasih konpensasi karena keterlambatan, akan tetapi mereka tetap ingin uang utuh kembali dengan 250 kembali itu kan jelas tidak bijaksana.

Logikanya lagi, Kalau memang terlapor berniat menipu, sejak awal tidak akan ada pemotretan, shooting video dan pembagian kaos.

“Intinya, kalau yang mereka tuntut album ya itu saja, ini kan seolah-olah ada motif lain untuk menghancurkan klien saya demi kepuasan, dan saya yakin dari seluruh anak tidak semua begitu, ya mungkin ada beberapa orang sajalah,” tandasnya.

Sementaara itu, orang tua DY, Tenny mengakui kurang begitu mengetahui ada permasalahan ini. Namun, katanya, ketika dipenghujung perjanjian dengan tenggang waktu yang telah diberikan oleh pihak panitia berakhir dirinya di minta datang oleh anak – anak SMA ke sekolah, “Ketika sesampainya saya syok, melihat jumlah siswa yang banyak jumlahnya, sekitar puluhan lah,” ujarnya.

“Dan dari hasil pertemuan itu, bahwasanya pihak panitia menuntut DY anak saya untuk mengembalikan uang berupa 250rb/anak, ya di perkirakan jumlah keseluruhan sekitar Rp. 97.750 juta,” ucapnya.

“Saya jelas tahu karakter anak saya, dia orangnya tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, tidak mungkin melakukan apa yang telah diutarakan sebelum akan menipu, yaa saya tahu anak saya gimana, meskipun saya tidak tahu kejadian ini dari awal,” pungkas Tenny. Ndhie

Related posts