Ditengah Keterbatasan Fisik, Ai Mampu Buat Produk Kerajinan

 11,925 total views

Keterbatasan fisik tak suritlan penyandang difabel untuk kreatifitas | Ndhie

Kab, Wartatasik.com – Seorang ibu penyandang disabilitas bernama Ai nurhayati (37) asal Kp Situhiang Desa Karang Mukti Kec Salawu Kab Tasikmalaya tetap berkarya meski dengan keterbatasan fisik yang dimilikinya.

Wanita tersebut mampu membuat berbagai produk kerajinan handicraft dengan mengunakan kedua kakinya. Produk kerajinannya mulai dari gantungan kunci untuk kantong anak sekolah dan kunci motor.

Bahkan hasil buah karyanya terbilang keren dan dijual dengan harga murah, seperti contohnya gantungan hanya di jual Rp.5.000. Meski tidak bisa memiliki kedua tangannya, Ai Nurhayati tetap penuh semangat dalam menjalankan aktivitasnya untuk keberlangsungan kehidupan sehari-hari.

“Saya hanya mengandalkan kedua kaki, agar dapat membikin handicraft tersebut. Berbagai produk kerajinannya lantas diperjualbelikan di depan sekolah saja,” ungkap Ai, Senin (28/09/2020).

Akan tetapi kata ia, untuk sekarang dari pihak BAZNAS Kabupaten Tasikmalaya akan membawa untuk membantu penjualan. Adapun bila ada yang membutuhkan atau membeli silahkan saja datang ke alamat rumah.

“Beragam jenis produk kerajinan yang dibuat dari bahan kain pilamen, yang berbentuk boneka – boneka menarik dan lebih banyak lagi miniatur boneka yang disukai anak-anak kecil pada umumnya,” ungkapnya.

Ai mengaku, terinspirasi untuk membuat berbagai jenis kerajinan tersebut karena di tengah keterbatasan yang dimiliki, ia ingin tetap bisa berkarya dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain.

“Dengan cara ini, saya bisa hidup mandiri bahkan juga bisa menghidupi kelangsungan keluarga kecil yang dimiliki,” ucap Ai.

Ditempat berbeda Ketua APDL (Aliansi Perempuan Disabilitas dan Lansia) Kab Tasikmalaya Ayi suryana memohon kepada dinas sosial atau pemerintah dari desa kecamatan, bahkan kabupaten agar selalu memperhatikan nasib para disabilitas.

“Saya yakin, disamping disabilitas memiliki keterbatasan fisik, mereka juga memiliki kelebihan. “kahoyong mah pemerintah teh ulah masihan lauk na, tapi di pasihan pancinganna (jangan di kasih hasilnya saja tapi di kasih modal untuk usahanya),” pungkasnya. Ndhie.

Related posts