Hadiri May Day 2026, Prabowo Tegaskan Keberpihakan pada Buruh dan Ojol

Foto Ilustrasi: AI Gemini
Foto Ilustrasi: AI Gemini

Jakarta, Wartatasik.com – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang berlangsung di kawasan Monas, Jumat (1/5/2026), menjadi catatan sejarah baru dengan kehadiran langsung Presiden Prabowo Subianto di tengah ratusan ribu massa aksi.

Suasana formal kenegaraan melebur dengan antusiasme pekerja saat Presiden naik ke panggung utama diiringi lagu dari grup band Tipe-X.

​Dalam orasinya yang dinamis, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk melakukan reformasi regulasi ketenagakerjaan demi meningkatkan kesejahteraan buruh di seluruh Indonesia.

​Salah satu poin krusial yang disampaikan Presiden adalah respons cepat pemerintah terhadap keluhan para pengemudi ojek online (ojol) terkait besarnya potongan komisi oleh perusahaan aplikator.

​Presiden menyampaikan bahwa dirinya telah menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) terbaru yang membatasi potongan aplikator maksimal sebesar 8 persen.

Dengan kebijakan ini, para mitra pengemudi kini berhak mengantongi pendapatan bersih sebesar 92 persen dari setiap transaksi yang dilakukan.

​”Kita ingin keadilan. Tidak boleh ada pihak yang bekerja keras di jalanan, namun hasilnya lebih banyak dinikmati oleh penyedia layanan. Ini adalah bentuk perlindungan nyata bagi pekerja sektor informal kita,” tegas Presiden di hadapan massa buruh.

​Selain isu ojol, Presiden juga mencatat beberapa tuntutan utama yang disuarakan oleh pimpinan serikat buruh (KSPI, KSPSI, dan KPBI), antara lain:

  1. Evaluasi Kebijakan Upah: Peninjauan kembali regulasi upah minimum agar lebih relevan dengan biaya hidup saat ini.
  2. Pajak Penghasilan: Usulan kenaikan batas PTKP dan penghapusan pajak bagi THR serta uang pesangon.
  3. Fasilitas Industri: Komitmen pembangunan infrastruktur sosial seperti rumah sakit khusus buruh dan pusat penitipan anak (daycare) di kawasan-kawasan industri strategis.

​Meskipun dihadiri oleh sekitar 400.000 massa, aksi May Day 2026 ini terpantau berjalan tertib dan damai. Kehadiran Presiden yang bersedia berdialog langsung di atas panggung dinilai sebagai langkah simbolis yang kuat dalam menjembatani komunikasi antara pemerintah dan kelas pekerja.

​Acara kemudian ditutup dengan penampilan hiburan musik, menjadikan peringatan tahun ini tidak hanya sebagai ajang penyampaian aspirasi, tetapi juga momentum solidaritas nasional yang positif. Red.

Sumber Referensi: Dikutip dan dikembangkan dari laporan Kompas.com, “Prabowo Hadiri Hari Buruh di Monas, Disambut Lagu dari Tipe X” (Edisi 1 Mei 2026).

Berita Terkait