Income Terus Merosot, RSUD dr Soekardjo Harap Pemkot Tasikmalaya Turun Tangan

 21,714 total views

RSUD Dr Soekardjo Kota Tasikmalaya | Asron

Kota, Wartatasik.com – Diambang kebangkrutan, pendapatan RSUD dr Soekardjo Tasikmalaya terus mengalami penurunan. Hal itu dikatakan Wakil Direktur Keuangan (Wadirkeu) H Nendi Riswandi Edjon kepada wartatasik.com, Selasa (03/11/2020).

Ia juga mengatakan menindaklanjuti statement direktur di WARKOP yang selanjutnya melakukan konfirmasi ke Wadir Keuangan beberapa waktu lalu.

Lanjut H Nendi, penyebab income merosot lantaran regulasi rujukan berjenjang, sehingga kunjungan pasien BPJS Kesehatan tidak banyak karena harus ke type C dahulu dan bila tidak mampu dilayani di type baru dirujuk k type B (RSUD dr Soekardjo).

“Tidak hanya itu, efek pandemi Covid 19 juga mengakibatkan kunjungan pasien 50% menurun, sehingga pendapatan sedikit. Alhasil, RSUD dr Soekardjo sudah tidak mampu membiayai dana operasionalnya,” beber Nendi, Selasa (03/11/2020).

Menurutnya, dana oprasional RSUD bisa stabil apabila pendapatan di kisaran Rp 132 M per tahun, namun saat ini pendapatan riil sekitar Rp 87 M sampai bulan oktober 2020.

“Akibatnya, RSUD tidak mampu membayar factur rekanan obat dan non obat dan KSO tahun sebelumnya (2019 dan 2020) bahkan ada yang tahun 2018,” ungkapnya.

Walaupun pembayaran dari BPJS kesehatan saat ini sudah mulai lancar, Nendi mengaku klaimnya kecil yang disebabkan kunjungang pasen BPJS-nya sedikit.

“Pasien yang berobat ke RSUD dr Soekardjo 85% adalah peserta BPJS, sisanya 15% adalah pasen umum (5%), sedangkan pasien dijamin Jamkesda kota dan kab 10%,” papar Nendi.

Saat ini jelasnya, RSUD sudah melakukan penghematan tetapi belum mampu melunasi hutang obat obatan. Bahkan, jika RSUD tidak dibantu Pemkot Tasikmalaya membayar utang obat dan non obat dikhawatirkan dalam tiga tahun kedepan RSUD bisa tutup.

“Ya, karena rekanan sudah tidak mau mengirim obat obatan. Bila ketersediaan obat dan perbekalan kesehatan tidak optimal, maka akan mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Nendi menambahkan, tiap bulan bila ada pencairan dari BPJS, pihaknya selalu menyicil hutang hutang tersebut.

Pasalnya tandasnya, hutang RSUD dengan piutang masih belum berimbang,” Semoga Pemkot sebagai pemilik RSUD dr Soekardjo ini bisa segera membantu keuangan,” pungkasnya. Asron

Related posts