Kisruh Bansos Covid 19, Budi: Wajar Tiba tiba Kemensos Beri Peluasan Data

 17,951 total views

Forsil RT RW audiensi dengan Tim Gugus Tugas Covid 19 Kota Tasikmalaya | Suslia

Kota, Wartatasik.com – Forum Silaturahmi (Forsil) RT RW sambangi kantor Wali Kota Tasikmalaya untuk audiensi, khususnya kepada tim gugus tugas Covid 19 di aula bale kota, Rabu (10/06/2020).

Ketua harian Forsil RT RW Kota Tasikmalaya Dadi Abidarda mengatakan, meski Wali Kota menyebut menunggu 18 Juni 2020 yang belum jelas nilainya, ia mengaku jika data yang sudah dicatat melalui RT RW 50 persen masih belum mendapatkan bantuan sosial (bansos).

“Tentunya ini akan berbeda dengan janji dari pemerintah, propinsi dan kemensos, tetapi jika Pemkot Tasikmalaya mengkaper semua, namun jika berbeda nilai bantuan, ini akan menjadikan persoalan baru,” ucap Dadi saat ditemui Wartatasik.com usai audiens.

Ia mengatakan, pada dasarnya Forsil RT RW itu bersinergi dengan pemerintah, tetapi untuk kali ini pihaknya menuntut kepada pemerintah dengan data data yang telah di catat, baik pemerintah daerah, propinsi dan kemensos.

“Hasil audiens ini tidak puas, karena bansos tahap satu pun belum selesai, ini kan membuat kekisruhan diantara masyarakat,” ungkap Dadi.

Baca juga:

Singgung Transparansi Anggaran Gugus Tugas, Ini Tuntutan Lain Forsil RT RW

Menanggapi itu, Wali Kota Budi Budima menyampaikan kepada Forsil terkait beberapa tuntutan dan pertanyaan yang selama ini menimbulkan gejolak di masyarakat, terlebih tentang bansos.

Sebab kata Budi, memang fakta dilapangan tidak kondusif, seakan membuat kekisruhan di berbagai lapisan masyarakat.

“Ini beawal dari pendataan yang semula data sudah dihimpun oleh masyarakat RT RW sudah dibagi oleh propinsi. Tercatat 51 ribu lebih oleh kemensos, 35 ribu oleh propinsi dan 17 ribu oleh kota, tetapi fakta di lapangan berbeda,” ujar
Budi.

Ia menilai hal itu wajar, karena ketika sedang berjalan dan sudah ada penetapan, dengan tiba tiba kemensos memberikan peluasan penerima BNPT 19 ribu lebih KK, berarti pengambilan data yang non DTKS.

“Maka pasti fakta di lapangan double, dan sudah terdekteksi gambaran terdoublenya, tetapi secepatnya akan di cek dan evaluasi, bantuan kemensos sepakat untuk dibantu oleh kota, walaupun dengan nominal yang berbeda,” pungkas Budi. Suslia

Related posts