Melalui Raker Agenda Program, Kepengurusan DKKT Periode 2025 – 2030 Resmi Terpilih

Melalui Raker Agenda Program, Kepengurusan DKKT Periode 2025 – 2030 Resmi Terpilih | dokpri

Kota, Wartatasik.comKepengurusan DKKT (Dewan Kesenian dan Kebuyaan Kota Tasikmalaya) terpilih periode 2025-2030 dalam Raker Agenda Program Kerja yang bertempat di Curug Cimedang Malaganti Sariwangi, Kabupaten Tasikmalaya, Kamis (5/1/2026).

Adapun kepengurusan terpilih tersebut diantaranya, Ketua Tatang Pahat, Wakil Ketua 1 oleh Andi Ibo, Wakil Ketua 2 Eri Kustiaman, Sekretaris Teguh Gusmantara dan Bendum Denis Suarghany.

Ketua DKKT periode 2025 – 2030, Tatang Pahat menyampaikan rasa syukur dan terima kasih nya kepada pengurus dan anggota lainnya yang telah mempercayakannya memimpin DKKT hingga lima tahun kedepan.

“Rumah besar DKKT perlu dipertajam semisal sebagai fasilitator dan mitra seniman dalam menjaga memelihara dan melestarikan berkesenian serta berkebudayaan, sehingga mampu bergandeng, bergaining dengan pemerintah maupun swasta,” katanya.

Bahkan, lanjut Ia,  membuka local genius, untuk menjadi meng-international dengan membangun jejaring dan pendekatan kekaryaan juga mengikuti kekuatan teknilogi tadi, dengan mengoptimalisasikan flatporm digital, media sosial dan lainnya.

“Akhirnya berbagai tantangan, keraguan, kecurigaan dan lain-lainnya terjawab dengan karya-karya yang berhasil mendapat respon publik yang positif. Dan inilah yang kemudian membawa saya untuk mencoba masuk lebih dalam pada sebuah rumah besar yang bernama DKKT,” tambahnya.

Baginya, DKKT adalah rumah besar yang perlu dijaga dan dihidupi bersama tanpa intrik serta ego yang membatu. “Tapi DKKT adalah sebuah lahan yang bisa disemai dengan apapun, pada akhirnya harus memiliki kemanfaatan bagi masyarakatnya yakni masyarakat kesenian. DKKT harus muncul menjadi etalase atau laboratorium karya seni yang ke depan bisa menjadi identitas Kota Tasikmalaya,” terangnya.

“Konsekwensi dari niat dasar kehadiran DKKT itu, maka mau tidak mau kami harus dihuni oleh orang-orang yang tidak hanya bermodalkan semangat dan idealisme semata. Tapi juga harus memiliki jaringan, kreativitas, sence of reality, kepekaan (sosial, politik, ekonomi, kultural dan lainnya) sehingga DKKT terasa dan mewujud ‘kehadirannya’ ditengah-tengah masyarakat Kota Tasikmalaya,” katanya.

Sementara, Sesepuh Padepokan Panglipur Dinding Ari, Ustad Deni Safari menyampaikan apresiasi atas terselengaaranya Raker Agenda Program Kerja DKKT yang bertujuan meningkatkan sinergitas dan kolaborasi dengan sesama pegiat seni budaya kabupaten, kemudian dalam rangka sinergi dengan alam sekitar yang dimana secara administrative seni budaya itu tidak ada sekat wilayah atau daerah.

“Selebihnya adalah upaya dukungan publikasi bahwa Curug Cimedang merupakan salah satu Destinasi Wisata yang cukup potensial memiliki daya tarik wahana alam yang masih segar di kabupaten Tasikmalaya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, Raker DKKT ini disambut oleh prosesi penyambutan yang cukup sederhana namun sangat terasa nuansa khusyu dan tulus bahwa persaudaraan kebersamaan itu sangatlah penting untuk dijaga dan dirawat agar tercipta harmoni antar sesama pelaku seni budaya dan harmoni dengan alam sekitar.

“Paling istimewa dalam rangkaian acara Raker DKKT Kota Tasikmalaya ini ada pesan yang harus sampai kepada halayak umum, bahwa seni budaya itu haruslah menjadi Garda depan dalam keberlangsungan denyut nadi kehidupan didaerahnya plus jadi mercusuar baik lokal maupun internasiol,” tuturnya.

Rangkaian selanjutnya, lanjut Ust. Deni, adalah prosesi memandikan Ketua DKKT terpilih periode 2025-2030 sebagai bentuk adat budaya yang diusung khususnya Sunda.

“Yaitu sebagai upaya pembersihan dari mulai itikad niat sehingga teraplikasikan pada langkah kerja nyata dalam memajukan seni budayana Tasikmalaya,” tandasnya. Asron 

Berita Terkait