MUI Kab Tasikmalaya beserta 24 Komunitas Anak Bangsa Bagikan APD dan Sembako

 18,577 total views,  2 views today

MUI Kab Tasikmalaya dan 24 Komunitas Anak Bangsa berrbagi APD dan sembako | Ndhie

MUI KAB.TASIKMALAYA serta 24 KOMUNITAS ANAK BANGSA SE-KABUPATEN TASIKMALAYA BAGIKAN APD DAN SEMBAKO…

Kab, Wartatasik.com Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tasikmalaya bidang sosial dan kesehatan beserta 24 komunitas anak bangsa yang terdiri dari SLANKers, PRK-I, Bobotoh, komunitas motor, Refill, Espor juga aktifis lingkungan dan komunitas lainnya menggelar kegiatan bakti sosial, Kamis (09/04/2020).

Baksos tersebut meliputi bantuan APD (alat pelindung diri) untuk tenaga medis dan Sembako untuk Masyarakat, Target APD sendiri akan di salurkan ke pihak Puskesmas, Sigesit 119 dan sembako untuk masyarakat yang sangat membutuhkan akibat dampak pandemi Covid 19.

“Kita bergerak di empat titik diantaranya Singaparna, Salawu, Ciawi dan Rajapolah, Insyallah untuk satu kabupaten akan dilakukan kembali segera,” ungkap Neng Madinah selaku bidang sosial dan kesehatan MUI Kab. Tasikmalaya.

Ia menambahkan untuk perlengkapan APD ke puskesmas dan Sigesit 119 berupa pakaian masker dan tempat cuci tangan hand sanitizer. Meskipun lanjutnya, masih belum lengkap yang pasti kami berupaya dan berkontribusi minimalnya semua Tenaga medis bisa tersedia di setiap puskesmas dan sigesit 119.

“Agar bisa aman dalam melayani dan mengabdi kepada Masyarakat yg sedang prihatin bukan hanya di Indonesia saja akan tetap di 205 negara yg dampak pamdemi covid19. Untuk masyarakat berupa sembako bagi masyarakat yang sangat membutuhkan sekali,” tutupnya.

Sementara itu, ditemui di kantor Sigesit 119 petugas medis Hari mengaku sangat bersyukur adanya bantuan APD itu yang notabene benar benar sangat dibutuhkan tenaga medis yang berada di garda terdepan yang selalu turun membawa pasien bisa lebih aman.

Alhamdulillah wasyukurilllah kami ucapkan terima kasih terhadap MUI dan rekan rekan komunitas yang telah menyumbang alat pelindung diri bagi para medis yang berada di Puskesmas dan Sigesit. Semoga berlanjut,” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan salah seorang pedagang kopi, Ema (50) juga mengaku bersyukur karena bantuan sembako ini sangat dibutuhkan sekali, “Mudah-mudahan hal ini bisa ditiru oleh semua orang yang punya harta lebih, agar membantu masyarakat yang jelas penghasilannya sangat menurun sekali,” singkatnya. Ndhie

Related posts