Pastikan Progresnya, Pansus LKPJ Monev Pengerjaan Lingkut dan di RSUD

 13,003 total views,  2 views today

Pansus LKPJ pastikan progres jalan lingkut dan RSUD | Suslia

Kota, Wartatasik.com – Panitia khusus (pansus) LKPJ lakukan on the spot atau monev pengerjaan jalan lingkar utara (lingkut), RSUD yang akan dilakukan selama dua hari sampai besok.

Ketua pansus LKPJ H Enjang menjelaskan, pihaknya mengagendakan monev dijalan lingkar utara karena merupakan program yang sangat monumental dan sangat ditunggu oleh masyarakat.

“Program ini juga memakan anggaran yang sangat besar, dan pansus ingin tahu progresnya seperti apa,” ungkap H Enjang,” Selasa (09/06/2020).

Ia menyebut, bahwa kemarin Wali Kota Tasikmalaya menyampaikan kepada DPRD komisi III memang ada kendala, tetapi sepertinya program penuntasan jalan lingkut harus cepat dituntaskan oleh pemerintah kota.

“DPRD berharap, untuk tahun depan agar segera dituntaskan berhubung anggarannya pun sudah tersedia dan ada,” harapnya.

Dari segi pencapaian, Enjang menilai spek secar fisik baru sekitar 60 atau 70 persen, sehingga masih banyak pekerjaan dan lama. Apalagi terangnya, kedepan setelah ini ada tahapan tahapan selanjutnya.

“Yaitu pengerasan dan itu tidak sedikit biaya yang harus di keluarkan,” tutur H Enjang.

Selain itu lanjutnya, proyek ini juga banyak energi yang di keluarakan oleh pemerintah kota, dan semua komponen harusnya mendukung baik di lingkungan pemerintah maupun masyarakat.

“Ada sedikit kendala dari masyarakat, tetapi mudah mudahan pemerintah kota dan masyarakat bisa mengendalikannya dan mengatasi serta ada jalan keluarnya,” imbuhnya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas PUPR Kota Tasikmalaya Adang Mulyana menjelaskan,” kegiatan pembangunan Fly Over yang baru selesai kurang lebih
65 persen dengan bantuan propvinsi.

“Hanya sisanya di awal, sebelum ada Covid 19 sudah ada lokasi, tetapi ketika ada Covid 19 maka ada refocusing sehingga tahun ini belum mendapat beban lagi.

Adang membeberkan, anggaran refokusing di tahun 2020 sekitar kurang lebih Rp 13 sampai Rp 15 milyar, dengan pengajuan Rp 30 milyar. Adapun untuk sisanya masih menunggu bantuan provinsi.

“Kami berharap tahun 2021 turun bantuan dan meyelesaikan fly over ini, karena rencana awal dulu sering berkesinambungan kegiatan pusat dengan adanya tol,” bebernya. Suslia

Related posts