Peduli Sesama, Mahasiswa Tanggap Donor Gelar Talk Show dan Donor Darah

 70,290 total views

Kegiatan donor darah yang diprakarsai Mahasiswa Tanggap Donor | Suslia

Ada sekitar 62 calon pendonor darah itupun bila seandainya tidak ada hambatan dari pendonornya seperti wanita terhambat dengan menstruasi…

Kota, Wartatasik.com Meski dimasa pandemi, mahasiswa tanggap donor tidak menjadikan halangan untuk mendonorkan darah mereka kepada PMI Kota Tasikmalaya.

Ada sekitar 62 calon pendonor darah itupun bila seandainya tidak ada hambatan dari pendonornya seperti wanita terhambat dengan menstruasi.

Annisa selaku Panitia Mahasiswa Tanggap Donor menyatakan bahwa dimasa pandemi ini donor darah masih bisa dilakukan dengan menggunakan protokol kesehatan yang ketat tentunya.

Menurut Annisa, sehubungan tidak diperbolehkannya mengatasnamakan lembaga, pihaknya tidak membawa nama Unsil ataupun BEM.

Sebenarnya katanya, ada dua rangkaian acara yaitu talk show yang berlokasi di PIK Unsil dan donor darah.

“Di acara talk show nya sendiri selain mengedukasi mahasiswa seputar donor darah, kita pun mengajak mahasiswa lain untuk menjadi pendonor,” ucap Annisa, Sabtu (19/06/2021).

Ditempat yang sama salah satu panitia M. Haidar menambahkan bahwa pihaknya menyebarkan geogle form dan berupa pamplet yang dibagikan kepada mahasiswa ke seluruh fakultas dan jurusan di Unsil.

“Mereka bisa mengisi geogle form dan didalamnya terdapat kapan pelaksaanaannya juga.  Untuk menghindari kerumunan dibagi waktunya untuk yang sudah mendaftarkan diri seperti saat ini menjadi dua hari yaitu Sabtu dan Minggu,” ungkapnya.

Alhamdulillah katanya lagi animo mahasiswa sangatlah tinggi dan memang donor darah bukanalah sesuatu yang menakutkan, sebaliknya selain menolong orang lain badan kita semakin sehat.

“Sesuai tema kita kali ini yakni Berbagi mendonor darah, berbagi kehidupan dan berbagi senyuman,” tandasnya.

Doni Andrianto (20) seorang mahasiswa Fakuktas Ilmu Kesehatan (FIK) Unsil mengatakaan bahwa donor darah ini adalah murni atas kesadaran sendiri tanpa adanya unsur keterpaksaan dari siapapun meski ini adalah kali pertama mejadi pendonor darah.

“Dari awalnya cuma mau nyoba nyoba, Inshaalloh kedepan juga mau menjadi pendonor tetap dengan berbagi bisa menyelamatkan nyawa seseorang,” singkat Doni. Suslia

Related posts