Pusat Belanja Penuh, Warga Kota Tasik Abaikan Covid 19 demi Baju Lebaran

 14,067 total views,  2 views today

Pasar wetan kota Tasikmalaya | Suslia

Kota, Wartatasik.com – Menjelang hari raya idul fitri, seakan menjadi kewajiban bagi muslim selalu memenuhi pusat perbelanjaan, baik toko sembako, fashion ataupun kebutuhan lainnya.

Salah satunya di pusat perbelanjaan di Kota Tasikmalaya, warga nampak bergejibun menyemarakan moment akhir akhir bulan Ramadhan.

Warga dinilai sangat sakti dan apatis terhadap Covid 19, lantaran tak mengindahkan peraturan pemerintah untuk mengikuti pembatasan sosial berkala besar (PSBB).

Salah seorang pengunjung Dewi Ratna asal Kecamatan Kawalu mengaku, kedatangan itu yang hendak berbelanja kebutuhan lebaran (idul fitri)

“Saya sengaja saja datang kesini untuk belanja baju buat anak saya, suami dan saya tentunya, karena kan sebentar lagi mau lebaran, jadi lebaran pan harus tampil beda,” ucapnya, Selasa (19/05/2020).

Terkait dengan perpanjangan PSBB, Dewi merasa terhambat dengan perbatasan jalan, dikarenakan harus berputar mencari jalan yang di buka dan baginya itu menyulitkan.

Ditempat terpisah, menyikapi PSBB salah seorang petugas juru parkir Ripan mengatakan menyebut, jika perbatasan jalan ini jadi semerawut, pasalnya dari jalan HZ yang jelas pusat jantung kota di tutup dan menjadikan sepanjang jalan pasar wetan (paswet) macet abis.

“Dibandingkan tahun kemarin, kesemrawutan, lebih parah sekarang, karena kondisi jalan sekarang ada dua jalur, dan terasa sangat penuh sesak,” tuturnya.

Apalagi lanjut Ripan, di berbagai jalan ditutup, maka dari arah mana mana da mau kemana pasti lewat jalur HZ, dan itu menyulitkan para petugas parkir.

“Saya berharap, semoga tak lama lagi semua berjalan normal kembali, walaupun diterapkan PSBB ataupun tidak,tm rerbukti di Tasikmalaya terlihat seperti tidak ada PSBB,” cetusnya.

Ripan hanya bisa tertawa kuning, sebab ditengah kondisi pandemi Covid 19, masyarakat melupakan dan memilih baju lebaran dibandingkan dengan kesehatan.

“Walaupun mereka bermasker, tetapi berdesakan begini, resiko dan kesempatan penyebaran corona begitu besar,” pungkasnya. Suslia.

Related posts