
Kota, Wartatasik.com – Karang Taruna Unit RW 02 Nagarasari menggelar acara launching sekaligus Nonton Bersama (Nobar) film bertajuk “Ketuk Pintu – Satu Ketukan, Sejuta Makna”, Sabtu (29/08/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung hangat di Kampung Burujul 3, RW 02, Kelurahan Nagarasari, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.
Acara peluncuran karya sinema lokal ini dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, serta seniman kawakan Kota Tasikmalaya, Acong Cermin.
Ketua Pelaksana sekaligus Sutradara Film, Mang Oboy, mengaku terharu dan bangga dapat merampungkan karya visual tersebut bersama rekan-rekannya hingga siap ditayangkan di hadapan warga.
“Pertama, saya ucapkan syukur Alhamdulillah bisa menyelesaikan film ini. Tak lupa terima kasih kepada rekan-rekan yang telah bersama-sama berjuang hingga film ini tuntas,” ungkap Oboy.
Ia menambahkan, peluncuran film ini menjadi langkah awal bagi para pemuda di wilayahnya untuk terus melahirkan karya-karya kreatif berikutnya.
“Kami pastikan ini menjadi momentum awal untuk terus berkarya. Kehadiran Bapak Wakil Wali Kota Tasikmalaya menjadi penyemangat yang luar biasa bagi kami. Terima kasih banyak kepada para pihak yang turut mendukung atas terlaksananya film ini,” tambahnya.

BACA JUGA: Segera Launching! Sentuh Sisi Humanis, Warga Nagarasari Kompak Bikin Film ‘KETUK PINTU’
Pada kesempatan yang sama, Ketua Karang Taruna Kecamatan Cipedes, Eman Sulaeman (Sule), memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif dan kreativitas jajaran Karang Taruna RW 02 Nagarasari.
“Ini momen luar biasa. Dalam rangka memperingati HUT RI ke-81, warga Burujul bisa mempersembahkan kado terbaik melalui karya film. Dengan hadirnya Pak Wakil Wali Kota yang juga berlatarbelakang seniman besar semoga karya ini bisa terdorong hingga ke kancah nasional,” ujar Sule penuh harap.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Rd. Diky Candra Negara, mengutarakan rasa bangganya terhadap semangat anak-anak muda Burujul yang mampu memproduksi film meski dengan keterbatasan alat.
“Saya cukup terharu dan sangat bangga. Meski dibuat dengan peralatan yang sangat sederhana, hasilnya sungguh luar biasa. Ini menjadi titik balik kebangkitan dunia perfilman di Kota Tasikmalaya, mengingat beberapa dekade lalu banyak seniman asli Tasikmalaya yang karyanya diakui secara nasional, baik di seni peran maupun teater,” pungkas Diky. MF
