Sempat Viral Video Jemput Paksa Pasien Corona, Satgas Covid 19 Pataruman Gelar Audien

 26,100 total views,  10 views today

Satgas Covid 19 audiensi dengan DPRD Kota Tasikmalaya | Suslia

Kota, Wartatasik.com – Penjemputan paksa seorang pasien yang diduga positif Covid 19 sempat jadi buah bibir di warga Kota Tasikmalaya. Pasalnya, peristiwa tersebut membuat kegaduhan di khalayak ramai, dan sempat menjadi viral di jejaring media sosial.

Lantaran itu, Satgas Covid 19 Pataruman sambangi DPRD Kota Tasikmalaya untuk melakukan audiensi dan diterima langsung di ruang rapat I DPRD Kota Tasikmalaya, Selasa (02/06/2020).

Nampak hadir Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya dr Uus Supangat yang memberikan penjelasan terkait penjemputan pasien yang di duga positif Corona.

dr Uus mengatakan, secara kronologis dan lengkap telah di sampaikan kepada satgas Covid 19 Pataruman dan menurut masyarakat tidak keberatan, tetapi supaya kedepan lebih baik.

Dinas Kesehatan pun mata ia sudah sesuai prosedur dan standar dalam penjemputan pasien, dengan tahapan yang sudah di sampaikan kepada komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya dengan bukti dan fakta medis sudah di sampaikan.

“Akan tetapi secara umum tidak bisa teralalu detail menjelasakn kondisi pasien, karena kita harus menghormati hak haknya, dengan keadaan kesehatannya,” ucap dr Uus.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam penjemputan pasien ada tahapan dan pendekatan secara sukarela, persuasif, tetapi ketika menyangkut masalah pandemi maka harus ada deadline yaitu dengan penjemputan secepatnya, karena beresiko tidak hanya unruk dirinya tetapi juga masyarakat sekitar.

“Satu hal penting yang harus di sampaikan ke masyarakat, bahwa isolasi ini jangan ada stigma kurang bagus, bahwa isolasi ini untuk kepentingan pasien dan kepentingan dirinya dan lingkungan sekitar,” jelasnya.

dr Uus pun mengaku bukan bermaksud untuk menjauhkan, tetapi melihat keadaan supaya tidak menularkan, dan untuk pasien yang di isolasi ini diberi terapi sesuai kesehatannya.

Karena terangnya, si pasien ini datang sebagai pasien, jadi harus di beri pengobatan dengan baik, tidak hanya fisiknya tetapi juga psikisnya harus di bantu.

“Dari Tasikmalaya seacara umum hampir 50 yang di rawat datang dengan sukarela, ada yanag memang sudah dapet tresing, mereka siapa siap datang ke rumah sakit,” tutur dr Uus.

Sementara itu, Ketua Komisi IV Dede Muharam sangat mengapresiasi Satgas Pataruman yang menyampaikan aspirasi terakit penjemputan pasien yang mengakibatkan terjadi kegundahan di masyarakat dan bentrokan sosial, karena miss komunikasi dan berharap peeistiwa tersebut tidak terjadi lagi.

“Supaya dijadikan pelajaran oleh dinkes, sehingga SOP nya harus jelas, maka secara psikologis keluarga dan masyarakat tidak terganggu karena saling mencurigakan dan ketakutan. Penjelasan¬†kadinkes begitu gamlang dan jelas. Semoga tidak terulang dengan sisi penjemputannya,” harapnya.

Dede menilai, bahwa ini adalah miss komunikasi antara dinas kesehatan dan pasien, akan tetapi pihak dinas punya maksud dan tujuan yang baik, namun kedepan supaya tidak terjadi lagi dengan penjemputan yang sama.

“Ini miss komunikasi antara dinkes dan pasien maka terjadilah hal seperti itu, saya berharap supaya kedepan tidak ada lagi kasus seperti yang terjadi kemarin di Pataruman,” pungkasnya. Suslia.

Related posts