Sidak Masker di Situ Gede, Kang Uu Temukan Warga Langgar Prokes

 8,147 total views

Sidak Masker di Situ Gede, Kang Uu Temukan Warga Langgar Prokes | Hms

Kota, Wartatasik.com – Wakil Gubernur Jawa Barat (Jabar) Uu Ruzhanul Ulum melakukan inspeksi mendadak (sidak) penerapan protokol kesehatan (prokes) di objek wisata Situ Gede, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Minggu (24/01/2021).

Dalam sidak tersebut, Kang Uu menemukan sejumlah warga yang tidak memakai masker. Ia pun langsung menghampiri dan memberikan masker untuk langsung dipakai oleh masyarakat.

“Di hari minggu ini, saya mencoba melihat situasi dan kondisi salah satu objek wisata di Kota Tasikmalaya, apakah mereka menerapkan protokol kesehatan,” ucap Kang Uu.

“Saya lihat, ternyata masih banyak masyarakat terutama anak muda juga pelaku ekonomi, baik itu tukang dagang cilok, bala-bala, termasuk para sopir perahu, yang tidak memakai masker,” tambahnya.

Kepada mereka yang terkena sidak, Kang Uu pun menjelaskan pentingnya protokol kesehatan terutama 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan, demi memutus mata rantai penyebaran virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

“Karena itu mohon kerja sama antara pemerintah dan masyarakat. Karena sehebat apa pun pemerintah memberikan aturan, sanksi, kalau masyarakat tidak menaati, tidak ada artinya,” tegas Kang Uu.

“Oleh karena itu, mari kita ikuti arahan pemerintah terutama PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), 3M, dan vaksinasi yang merupakan ikhtiar pemerintah dalam menghentikan pandemi,” sambungnya.

Saat ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia pun, lanjut Kang Uu, tengah berupaya menyetop pandemi di Indonesia lewat program vaksinasi COVID-19.

Kang Uu menegaskan, Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar pun siap mendukung dan menyukseskan vaksinasi. Adapun vaksinasi kedua bagi penerima di Tahap I Termin I vaksinasi di tujuh daerah di Jabar akan dimulai pada Kamis, 28 Januari 2021.

“Karena seperti yang sering dijelaskan Pak Gubernur, vaksin ini satu-satunya solusi ilmiah dan bisa dilakukan untuk menghentikan pandemi. Lainnya adalah terkena dulu (COVID-19) baru imun atau betul-betul tidak keluar rumah, tapi itu ‘kan tidak bisa,” tutur Kang Uu.

“Maka, vaksinasi ini harus didukung seluruh masyarakat sebagai ikhtiar duniawi. Ukhrowi (akhirat) pun jangan lupa dilakukan,” tutupnya. Hms|EQi

Related posts