TASIK HEJO dan LEUWEUNG HEJO Mahasiswa KKNT Desa Banyurasa Universitas Islam K.H Ruhiat Cipasung: Satu Pohon, Sejuta Harapan

Foto: dokpri

Referensi — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 25 Universitas Islam K.H Ruhiat 2025/2026 , Melaksanakan Program TASIK HEJO dan LEUWEUNG HEJO sebagai upaya dalam menjaga kelestarian hutan dan peningkatan upaya kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas kehutanan di Desa Banyurasa, Kabupaten Tasikmalaya, khususnya di Tugu Pasir Angin Dusun Pasir Angin, dilaksanakan pada Hari Rabu, 11 Februari 2026.

Suasana kebersamaan dan semangat gotong royong tampak di kawasan Tugu Pasir Angin, saat mahasiswa bersama Dinas Kehutanan dan masyarakat setempat melaksanakan kegiatan pelestarian lingkungan bertajuk “Tasik Hejo jeung Leuweung Hejo”

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian terhadap kelestarian hutan dan empati terhadap lingkungan demi menjaga alam tetap hijau dan lestari untuk generasi mendatang.

Dalam kegiatan ini, beberapa bibit pohon seperti Mahoni,Kopi,Bunga Pucuk Merah ditanam di area hutan pasir angin dan sekitar area Tugu Pasir Angin. Penanaman dilakukan secara simbolis oleh perwakilan Dinas Kehutanan, mahasiswa, serta tokoh masyarakat, kemudian dilanjutkan penanaman bersama seluruh masyarakat setempat.

Tak hanya penanaman, kegiatan juga diisi dengan edukasi lingkungan mengenai pentingnya menjaga hutan sebagai paru-paru dunia serta peran masyarakat dalam mencegah kerusakan lingkungan. Mahasiswa turut memberikan pendampingan dan sosialisasi tentang cara merawat tanaman agar tumbuh optimal.

Selain itu, aksi bersih-bersih kawasan hutan dan penanaman beberapa bibit pohon juga dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dalam menjaga kelestarian hutan. Sampah plastik dan limbah yang ditemukan di sekitar lokasi berhasil dikumpulkan untuk menjaga ekosistem hutan tetap sehat.

Melalui kolaborasi antara generasi muda, pemerintah, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga alam bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan kewajiban seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat “Tasik Hejo jeung Leuweung Hejo,” di Pasirangin hari ini menegaskan komitmennya untuk terus merawat bumi, menjaga hutan tetap hijau, dan melestarikan sumber kehidupan bagi masa depan yang lebih baik.

Penyerahan bibit sekaligus pelaksanaan penanaman bibit dilakukan pada 11 Februari 2026 dan dirangkaikan dengan kegiatan Gerakan gotong royong kebersihan di Dusun Pasir Angin.

Penyerahan bibit dilakukan secara simbolis oleh perwakilan mahasiswa KKNT 25 Universitas Islam K.H Ruhiat Cipasung dan Dinas Kehutanan kepada pengurus Tokoh Masyarakat Dusun Pasir Angin sebagai wujud kolaborasi mahasiswa dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan Kehutanan.

Selaku Perwakilan Kelompok KKNT UNIK Cipasung Desa Banyurasa, Muhammad Akmal Rizal (Prodi Pendidikan Agama Islam), menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap lingkungan kehutanan dalam melestarikan dan menjaga Hutan.

“Kami berharap dengan adanya program ini dalam penanaman bibit pohon yang disediakan dapat dimanfaatkan secara optimal dan dijaga bersama oleh masyarakat,” ujarnya.

Tokoh Masyarakat Setempat Dusun Pasir Angin, Pak Ade, mengapresiasi kegiatan tersebut dan menilai kehadiran mahasiswa KKNT Unik Cipasung memberikan dampak positif bagi aktivitas masyarakat dalam menumbuhkan semangat gotong royong bersama.

“Kegiatan penanaman bibit pohon yg sudah diberikan insyaallah bagi masyarakat sangat berharga dan semoga hasil dari bibit ini bisa bermanfaat bagi masyarakat” ungkapnya.

Melalui Program TASIK HEJO dan LEUWEUNG HEJO mahasiswa KKNT 25 Desa BANYURASA, Universitas Islam K.H Ruhiat Cipasung berharap setiap hutan yang berada di Desa BANYURASA semakin optimal Dalam menjaga lingkungan dan kelestarian hutan serta berfungsi sebagai pusat literasi Al-Qur’an, pembinaan karakter, serta kepedulian sosial masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis: Tim KKNT 25 Desa Banyurasa, Universitas Islam K.H Ruhiat Cipasung

Berita Terkait