Wajah Baru, di Kawasan Dadaha ada Bola Bermotif Payung Geulis

 10,208 total views,  6 views today

Wajah Baru, di Kawasan Dadaha ada Bola Bermotif Payung Geulis | Suslia

Kota, Wartatasik.com – Wajah baru, trotoar di kawasan Dadaha Kota Tasikmalaya pangling, pasalnya kini pusat olahraga tersebut terdapat bola batu terpasang rapi dengan gambar icon payung geulis.

Seakan menjadi tempat kongkow nyaman bagi pejalan kaki yang hendak melepas lelah, di trotoar tersebut juga disediakan tempat duduk.

Salah satu warga Tita Rusdianti asal Manonjaya mengaku tak sengaja lewat kawasan Dadaha, namun ada pemandangan tak biasa karena sekarang ada pola batu dengan icon payung geulis.

“Kebetulan lewat, saya dan suami seketika turun dari motor, lalu Selfi di tempat ini,” ungkap Tita, Minggu (15/11/2020).

Menurutnya, pemandangan kini terlihat cantik dan terkesan Tasikmalaya banget, karena selama ini payung geulis menjadi salah satu icon dan kebanggaann produk asli Kota Tasikmalaya.

“Apalagi jika nantinya di berikan lampu penerangan yang sangat terang, mungkin pada malam hari akan terlihat lebih tenang dan nyaman,” ungkapnya.

“Saya memberi masukan, alangkah baiknya jika satu kursi disediakan tong sampah, karena nantinya pasti bakal banyak yang nongkrong, jadi sampah tidak dibuang sembarangan,” tambah Tita.

Sementara itu, wakil ketua DPRD kota Tasikmalaya Muslim menilai bahwa bola batu payung geulis yang di pasang di kawasan Dadaha itu memang nampak terlihat tasik dan makin cantik.

“Tetapi kalau melihat orang Tasikmalaya kebanyakan suka berselfie yah, memang bagus untuk di jadikan objek photo, tapi yang saya lihat kenapa di jadikan tempat duduk bola batu itu kan sayang,” ungkap Muslim.

“Itu sudah bagus, apalagi kalau diberikan variasi yang lain seperti air mancur, jadi kalau malam di bari lampu warna warni, itu akan terkesan lebih cantik,” sambungnya.

Sebenarnya kata Muslim, kawasan Dadaha strategis tempatnya, tapi jika di lihat, ada banyak tempat yang disayangkan tidak berfungsi dengan benar. Seperti di kawasan dekat gedung kesenian.

“Itu kan rumputnya justru tidak terpelihara dengan baik, padahal Dadaha ini adalah pusat keramaian, terutama di hari weekend,” pungkasnya. Suslia.

Related posts