Kasi Pembangunan SDA Heru Heryana MT. | asron

Kota, Wartatasik.com – Persoalan genangan air memang tak kunjung usai dan menjadi pekerjaan rumah bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasikmalaya terlebih menghadapi musim penghujan yang tidak terprediksi intensitasnya.

Dalam menyikapi itu Bidang Jalan dan Jembatan dengan Bidang Sumber Daya Air (SDA) telah melakukan pembahasan.

Kasi Pembangunan SDA Heru Heryana MT., mengatakan, perlu sekali koordinasi dengan Bid Jalan, sebab permasalahan genangan banyak erat berkaitan dengan bidang Jalan dan Jembatan.

“Karena ada pembangunan penunjang jalan seperti trotoar dan drainase. Berdasarkan hasil pembahasan, teridentifikasi 22 titik rawan genangan,” ujarnya saat ditemui wartatasik.com, Selasa (19/03/2019).

Menurutnya, run off atau air hujan yang terpantau dari jalan tak bisa masuk ke saluran, karena masalah klasik seperti crossing dan mampet. Kebanyakan terangnya, soal genangan sudah masuk perencanaan tahun ini untuk ditangani Bid Jalan dan Jembatan. “Soal genangan didominasi oleh Bid SDA, kita kerjakan sesuai tupoksi masing-masing,” tuturnya.

Klik berita terkait >>> Tahun ini, SDA PUPR Ancang-ancang Progres 22 Titik Genangan

Adapun tambah ia, titik titik yang teridentifikasi diantaranya adalah Persimpangan Ir. H. Djuanda (Tugu KH.Z Mustofa) dengan penyebab terjadi croosing serta saluran mempet, “Solusi awal, pihak propinsi mau bikin pelengkap jalan,” katanya.

Selain itu terang Heru, SL Tobing Radar dan Palem, drainase sering dibendung warga untuk mengairi kolam. Konsep solusinya, lanjut Heru, buat crossing baru dari SL. Tobing ke Sambong PLN, setelah talang buat crossing lagi ke kanan. Pembuang akhir ke Sukahati. “Rencana penyelesaiannya adalah OP prioritaskan normalisasi saluran pembuangnya,” tambahnya.

Selanjutnya, kata Heru, di Jl. Tanuwijaya (depan BSI), permasalahannya elevasi jalan rendah, crossing pembuang irigasi Ciromban sulit untuk dilimpahkan ke Sungai Cihideung. Konsep solusinya bikin banjir serm di outlet saluran pembuang irigasi Ciromban,

“Dengan rencana penyelesaiannya bikin pelimpah di talang tumpang Ciromban dan bantuan personil di Petir, bangunan bagi di talang Ciromban-Cimulu,” terangnya.

Ia mengatakan masih banyak lagi titik teridentifikasi hasil pembahasan bersama dengan Bid. Jalan dan Jembatan. “Namun itu baru sebatas identifikasi, untuk pelaksanaan pastinya, masih ada pembahasan lanjutannya,” tandasnya. Asron.