Patut Diapresiasi, Kelurahan Bantarsari Bangun Mushola Hasil Swadaya Masyarakat

4,554 kali dilihat, 6 kali dilihat hari ini

Ki-ka : staff dan Lurah Bantarsari di depan mushola yang sedang dibangun | Redi

Kota, Wartatasik.com – Idealnya setiap kantor pemerintahan terdapat sarana ibadah (mushola/masjid) sebagai salah satu fasilitas vital kepentingan publik, apalagi tempat pelayanan masyarakat yang notabene kontinyu terus berdatangan.

Seperti halnya di Kelurahan Bantarsari Kecamatan Bungursari Kota Tasikmalaya, sejak dulu kawasan kantor pemerintahan ini belum memiliki mushola khusus.

Padahal dilingkungan tersebut ada puskesmas, Poned Rawat Inap dan UPTD pendidikan. Namun berkat kepemimpinan Wawan Ruswandi kini di kawasan Kelurahan Bantarsari akan memiliki mushola.

Ditemui Wartatasik.com, Lurah Bantarsari Wawan Ruswandi merasa kaget lantaran Kelurahan Bantarsari belum memiliki mushola. Ia pun memutar otak supaya tempat ibadah bisa terbangun guna bisa dimanfaatkan masyarakat khususnya kantor yang berada dilingkungan kelurahan.

“Alhamdulillah, proses pembangunan mushola sedang berlangsung. Kami minta doa dan dukungan semua pihak agar segera terwujud,” ungkapnya, Selasa (14/01/2020).

Diceritakan Wawan, awal mula dibangunnya mushola sebenarnya tanpa direncanakan, waktu itu saat ia sedang melamun dibelakang kantor, ada salah satu pengusaha yang akan membuat surat keterangan usaha.

Pengusaha itu pun terang Wawan, bertanya kenapa ia melamun. Langsung saja Lurah Bantarsari ini mengutarakan jika ingin membangun mushola, karena selama ini belum memiliki tempat ibadah yang mumpuni.

Wawan pun terharu, sebab pengusaha itu langsung reaksi akan membantu mengirimkan pasir sebagai wujud partisipasi untuk tempat ibadah. Berawal dari itulah, hingga kini mushola di Kelurahan Bantarsari dibangun.

“Kami langsung koordinasi dengan jajaran aparatur kelurahan menindaklanjuti pembangunan mushola. Alhasil melalui dana swadaya atas kerjasama semua pihak, baik itu LPM, Karangtaruna, tokoh agama dan masyarakat banyak yang menyumbang tanpa diminta karena Alloh,” ungkapnya.

Lurah Bantarsari ini patut diacungi jempol dan mendapat apresiasi dari pemerintah, pasalnya harapan memiliki mushola bisa terwujud berkat kepiawaian membangun komunikasi dan merangkul semua elemen.

Ditempat terpisah, salah satu tokoh masyarakat Bantarsari Asep Rahmat Hidayat mengaku baru pertama kali ini memiliki lurah yang punya rasa memiliki terhadap wilayahnya. Padahal lanjutnya, jabatan lurah itu tidak selamanya menetap karena suatu saat pasti akan dipindahkan.

Asep bangga dengan Lurah Bantarsari yang memperjuangkan pendirian mushola demi kepentingan bersama dan Insya Alloh akan menjadi pahala bagi siapa saja yang sudah membantu dana secara sukarela.

“Saya meminta kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya agar selektif menempatkan lurah dengan uji kompetensi yang ketat sehingga saat lurah itu menjabat betul betul punya rasa memiliki untuk daerah yang dipimpinnya, meskipun bukan asli warga setempat,” pungkasnya. Redi.

Related posts