Pamflet | dokNet

Kota, Wartatasik.com – Jalur transportasi Kota Tasikmalaya kian hari terus berkembang. Pasalnya Kementerian Perhubungan (Kemhub) sudah memastikan jika maskapai Garuda Indonesia akan membuka penerbangan melalui Bandara Wiriadinata, Tasikmalaya.

Jika sebelumnya dengan menggunakan transportasi darat, masyarakat memerlukan 7 jam hingga 9 jam perjalanan dari Tasikmalaya menuju Jakarta. Namun, dengan pesawat hanya perlu waktu kurang lebih 50 menit

Menurut Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menjelaskan, maskapai Garuda Indonesia telah menyatakan kesanggupannya untuk terbang ke Tasikmalaya melalui Bandara Wiriadinata menggunakan pesawat jenis ATR 72.

“Maret ini, tahap pertama Garuda akan menambah satu penerbangan pada hari ganjil dengan rute Jakarta-Bandung-Tasikmalaya pulang pergi (pp) dan hari genap dengan rute Jakarta-Tasikmalaya pp langsung,” kata Budi dalam keterangannya, Kamis (28/2/2019).

Dikatakan Budi, Citilink Indonesia juga berencana membuka penerbangan ke Tasikmalaya. Anak perusahaan Garuda Indonesia itu sudah melakukan penjajagan untuk pembukaan rute melalui Tasikmalaya.

Budi lantas menjelaskan, pengembangan Bandara Wiriadinata dimulai sejak 2017 dengan total pagu anggaran lebih kurang Rp.45 miliar dan Gedung terminal baru berukuran 1.100 meter persegi (m2).

Selain itu tuturnya, landasan pacu bandara juga sudah diperpanjang menjadi 1.600 m, dari sebelumnya 1.200 m. Bandara ini juga memiliki apron yang sudah bisa menampung 3 pesawat ATR 72, sedangkan apron lama yang hanya bisa menampung 1 pesawat.

Tambah Budi, mengingat Tasikmalaya wilayahnya masuk dalam wilayah ketinggian dan memiliki beberapa obstacle, maka dalam beberapa tahun ke depan landasan pacu Bandara Wiriadinata akan diperpanjang menjadi 1.800 atau 2000 m.

“Dengan runway yang panjang artinya kita sudah bisa memberikan suatu rasa safety kepada pesawat ATR. Perpanjangan runway menjadi 1.800 meter atau 2.000 meter menjadikan safety dari bandara ini makin baik,” tutur Budi Karya.

Keberadaan bandara di Tasikmalaya menjadi sangat penting untuk mendukung potensi pariwisata, agrikultur, dan kelautan yang dikembangkan di Jawa Barat bagian selatan. Redaksi.