Kelola Sampah, Mahasiswa Kesmas Unsil Bentuk dan Resmikan Komunitas Bahuraksa

 16,487 total views,  2 views today

Nampak mahasiswa Kesmas Unsil tengah melakukan sosialisasi tentang penanganan sampah terhadap masyarakat | dokpri

Sosialisasi Masalah sampah sekaligus peresmian Komunitas Bahuraksa yang bergerak dalam bidang Pengelolaan Sampah yang di picu oleh Mahasiswa Kesehatan Masyarakat UNSIL di Kecamatan Gunung Tanjung Kabupaten Tasikmalaya…

Kota, Wartatasik.comMahasiswa Kesehatan Masyarakat Universitas Siliwangi (Kesmas-Unsil) Tasikmalaya menggelar sosialisasi terhadap masyarakat terkait masalah sampah serta peresmian Komunitas Bahuraksa yang berfokus dalam pengelolaan sampah di Dusun Cilandak Desa Cinunjang Kecamatan Gunung Tanjung Kabupaten Tasikmalaya, belum lama ini atau Rabu 22 Januari 2020.

Kegiatan mahasiswa diinisiasi oleh tugas berbentuk Praktek Belajar Lapangan atau PBL. Praktek Belajar Lapangan ini terbagi menjadi 2 bagian, ada PBL 1 dan 2. Pada saat PBL 1 mahasiswa diberikan tugas untuk mengidentifikasi permasalahan terkait kesehatan yang dilakukan pada Bulan Juli 2019 lalu.

Al hasil permasalahan kesehatan yang terangkat adalah  mengenai Penyakit ISPA, setelah ditelusuri faktor determinan yang menyebabkan terhadap penyakit ISPA yaitu karena pembakaran sampah yang dilakukan dengan sembarang.

“Temuan ini ditindak lanjuti pada saat PBL 2 yang dilaksanakan bulan Januari 2020 dengan cara melakukan Intervensi tentang bagaimana cara pengelolaan sampah hingga terbentuk Komunitas yang berfokus dalam masalah sampah,” ucap Ketua Kelompok Aji Nijamudin Praja, Sabtu (25/01/2020).

Sebelumnya lanjut Aji, mahasiswa pun menggelar Pelatihan tentang bagaimana cara pengolahan antara sampah Organik dan An Organik dengan mendatangkan Direktur Bank Sampah BSB Cikunir Singaprna. Didalam pembahasan, sistem yang dipakai berupa Bank Sampah (An Organik) dan Kompos (Organik).

Peresmian Komunitas Bahuraksa oleh pihak desa setempat | dokpri

“Permasalahan sampah memang sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat bahkan sekitar lingkungan kita, tetapi apabila sampah terus didiamkan maka semakin lama akan semakin menumpuk hingga baunya akan menyebabkan penyakit tertentu, apalagi sampah dibakar secara terus menerus,” jelasnya.

Ia mengakui dengan dorongan mahasiswa dan partisipatif masyarakat yang responsif terhadap masalah ini, akhirnya sepakatlah dan dibentuk kepengurusan berbentuk Komunitas yang berfokus dalam masalah pengelolaan sampah.

“Hingga diresmikan pada tanggal 21 Januari (berdasarkan SK Kepala Desa Cinunjang) dan dipublikasikan kepada masyarakat pada tanggal 22 Januari 2020 serta peresmian yang diwakili oleh pihak desa serta didampingi oleh pihak Puskesmas Gunung Tanjung, Dosen Pembimbing Lapangan, Kepala Dusun Cilandak dan Ketua Komunitas serta disaksikan oleh masyarakat,” terang Aji.

Dengan adanya kegiatan PBL ini tambahnya, menghasikan sebuah produk berupa terbentuk Komunitas Bahuraksa (Bahuraksa sendiri diambil dari nama kelompok yang artinya adalah merangkul atau pelindung) yang berfokus dalam pengelolaan sampah.

“Semoga dengan adanya program ini mampu mengurangi jumlah sampah yang ada di lingkungan serta masyarakat agar bisa hidup bersih, sehat sehingga terhindar dari bahaya penyakit,” tandasnya.¬†Asron

Related posts