Ngidap ‘Benjolan’ Ditengah Kondisi Ekonomi Memprihatinkan, Warga Sambongjaya ini Luput Perhatian?

 6,524 total views

Ngidap ‘Benjolan’ Ditengah Kondisi Ekonomi Memprihatinkan, Warga Sambongjaya ini Luput Perhatian | tr-AH

Kota, Wartatasik.com – Disaat meluasnya penyaluran pembagian bansos dari pemerintah sehingga bantuan untuk UMKM/BPUM, ternyata masih ada masyarakat yang benar benar miskin dan memerlukan perhatian dari pemerintah dan semua pihak.

Entah terdata atau tidak namun pada kenyataannya mereka benar benar mengakui belum pernah menerima bantuan serta pertolongan baik dari pemerintah dan donatur lainnya.

Seperti halnya yang dialami pasangan suami istri Aceng (87), Entin (66) warga Sambong Bencoy Rt 07/Rw 10 Kelurahan Sambongjaya Kacamatan Mengkubumi ini benar benar ada dalam garis kemiskinan yang nyata tak tersentuh.

Hanya mengandalkan upah dari buruh tani dan upah membersihkan makam mereka berdua mencari untuk biaya kelangsungan hidupnya.

Terlebih, kini Aceng sudah empat tahun mengalami sakit (benjolan besar di area paha kirinya) yang sangat serius, “Jangankan mencari nafkah untuk bangun dari tempat tidurpun sangat kesulitan hanya bisa berbaring di tempat tidur saja,” kisah Entin, Selasa (10/11/2020).

“Suami saya pernah sekali diajak berobat namun belum membuahkan hasil bahkan bertambah parah sakitnya. Kartu KIS kami punya tapi yang dibutuhkan biaya bukan sekedar itu saja pak, untuk operasional sehari hari pun tidak ada, mendingan digunakan untuk makan,” lirihnya.

Ngidap ‘Benjolan’ Ditengah Kondisi Ekonomi Memprihatinkan, Warga Sambongjaya ini Luput Perhatian | tr-AH

Dengan kehidupan yang sangat minim, Entin kini hanya mengandalkan pemberian dari warga sekitar bahkan tempat tinggal yang dihuni pun milik cucunya yang sekarang tinggal merantau di Jakarta.

Berdasarkan hasil kunjungan wartatasik.com kondisi rumah tersebut tidak layak pakai karena tidak adanya jamban/wc, mereka jika ingin BAB/BAK menunggu saat sepi disaluran dekat rumahnya. Diakui Entin, biaya listrik pun hampir 1 tahun belum terbayar.

“Saya pernah sekali mendapatkan bantuan berupa beras, telur, daging ayam, itupun sudah lama sekali, mungkin awal pandemi ini dan sampai saat ini pun tidak ada,” ujarnya.

Ia berharap semoga ada yang memberi modal untuk berjualan guna menyambung biaya hidup, saya malu jika mengandalkan pemberian saja.

“Walaupun saya punya anak tiri mungkin mereka juga butuh membiayai hidupnya sendiri,” pungkasnya. tr-AH

Related posts