Ilustrasi | Net

Kabupaten, Wartatasik.com – Menjelang musim mudik dan balik Lebaran 2019, sejumlah sarana prasarana di Jalur Gentong, Kabupaten Tasikmalaya, belum memadai.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Febry Kurniawan Maruf yang Jumat (10/5/2019) kemarin melakukan pengecekan jalur secara langsung mengatakan, meski ada beberapa sarana yang belum memadai secara umum Jalur Gentong siap menjadi jalur pemudik.

“Kami sudah cek, ada beberapa titik, baik itu titik rawan kemacetan dan titik rawan kecelakaan, serta kerawanan lainnya,” kata dia, Sabtu (11/5/2019).

Febry menyebut setidaknya ada 13 titik rawan kemacetan dan terdapat 8 titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur yang kerap menjadi primadona pemudik.
Persiapan yang terlihat hingga saat ini masih terdapat pengerjaan pengaspalan di beberapa titik.

Sejumlah rambu-rambu dan penerangan jalan umum (PJU) dikatakan Febry akan segera dikordinasikan dengan dinas terkait.

“Rambu-rambu lalu lintas di Jalur Gentong, terutama titik-titik yang rawan longsor akan kami kordinasikan, Kami juga akan meminta penyiagaan alat berat untuk mengantisipasi bencana alam yang bisa datang sewaktu-waktu,” tuturnya.

Dari segi penerangan saat malam hari di Jalur Gentong, diakui Febry hingga saat ini belum maksimal.

“Nanti bisa dikomunikasikan melalui tingkat kabupaten sampai provinsi dan nasional. Karena memang ini atensi dari seluruh pihak, khususnya kegiatan operasi nasional,” kata dia.

Febry menargetkan, persiapan Jalur Gentong sudah bisa dirampungkan sebelum arus mudik.

“Pada saat arus mudik dan balik nanti diharapkan masyarakat bisa menjalani mudik dengan aman dan kondusif,” harapnya. Tribun | wartatasik.com